Setelah Uni Eropa, Giliran PBB Tolak Klaim Israel

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 April 2016 15:41
Setelah Uni Eropa, Giliran PBB Tolak Klaim Israel
Dewan Keamanan PBB menyatakan Dataran Tinggi Golan tetap menjadi wilayah Suriah.

Dream - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menolak klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan yang dicaplok dari Suriah. Klaim ini dikeluarkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyebut Golan akan selamanya berada di bawah kendali Israel.

" 15 Anggota DK PBB sepakat status Golan yang dicaplok pada 1967 oleh Israel tidak berubah," ujar Duta Besar Tiongkok Liu Jieyi, yang juga memegang jabatan Presiden DK PBB. Dengan begitu, Golan diakui tetap menjadi kawasan milik Suriah.

Liu teringat pada resolusi 1981, penerapan hukum, yurisdiksi, dan administrasi yang dilakukan Israel saat mencaplok Golan adalah batal demi hukum dari tidak mengikat. Pernyataan DK PBB ini dikeluarkan Netanyahu saat menggelar rapat kabinet di kawasan. 

" Dataran Tinggi Golan akan tetap berada di tangan Israel selamanya," ucap Netanyahu saat membuka rapat, di tengah desakan Israel mengembalikan Golan sebagai bagian dari kepekatan perdamaian dengan Suriah.

" Israel tidak akan pernah mundur dari Dataran Tinggi Golan," kata dia. Anggota DK PBB menyatakan keprihatinan yang mendalam atas pernyataan tersebut.

" Menekankan status Golan tetap tidak berubah," kata Liu. Liga Arab dan Uni Eropa juga mengkritisi pernyataan Netanyahu tersebut.

(Ism, Sumber: arabnews.com)

Beri Komentar