Indonesia Jadi Tujuan Utama Pedofil Australia

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 13 Oktober 2014 17:30
Indonesia Jadi Tujuan Utama Pedofil Australia
Kebanyakan mereka berkedok menjalani liburan ke Indonesia

Dream - Kejahatan seksual terhadap anak masih mengancam industri pariwisata di Bali. Hal ini terungkap saat seorang pedofil asal Australia yang tertangkap mengaku kepada polisi Australia, bahwa dia sering mengirim uang ke 'teman-temannya' di Indonesia.

Pedofil Australia, sebut saja Malcolm, mungkin terlihat ramah terhadap keluarga miskin di Indonesia yang 43 persen penduduknya mendapat nafkah kurang dari US$2 per hari.

Namun, polisi Australia yakin transfer uang US$ 30-50 yang dilakukan Malcolm hanyalah kedok untuk membeli aktivitas seksual di depan webcam yang melibatkan anak-anak. Dengan kata lain, Malcolm sering membayar untuk menyaksikan video seks yang melibatkan anak-anak.

Ternyata, setelah diselidiki lebih lanjut, komandan Polisi Federal Australia, Chris Sheehan mengatakan, Malcolm sudah sering berkunjung ke Indonesia selama empat sampai enam minggu sejak 2013.

" Kami tahu dari hasil investigasi polisi Indonesia bahwa dia berkomunikasi dengan beberapa orang di sana yang memiliki hubungan dengan anak-anak," kata Sheehan.

Polisi menduga setelah menyaksikan video dan pelaku penyukainya, ia langsung datang ke Indonesia untuk menemui anak tersebut.

Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah menjadi tujuan utama bagi warga Australia yang mencari wisata seks. Mengalahkan Thailand, Filipina dan Malaysia.

Dalam catatan resmi terakhir yang diungkap ke publik, 18 persen pelaku kejahatan seks datang ke Indonesia. Artinya 25 pelaku kejahatan seks setiap bulan ada yang datang ke Indonesia. Paling banyak mereka datang dulu ke Bali dan kemudian menyebar ke berbagai kota di Indonesia.

Kebanyakan mereka berkedok menjalani liburan ke Indonesia, kata Sheehan. Tapi bagi pedofil sejati, mendatangi korban adalah tujuan utama mereka.

Indonesia seakan 'surga' bagi mereka karena sepertiga dari populasi negara ini atau 80 juta jiwa adalah di bawah umur 18 tahun. Selain itu, kemiskinan telah menjadikan mereka rentan terhadap iming-iming uang dan hadiah banyak.

Sebagian besar anak-anak yang berjualan aksesoris di tempat wisata tersibuk di Bali, Kuta, sering mendapat janji mendapat bantuan untuk bisa sekolah atau bekerja. " Mungkin itu adalah tawaran yang terlihat menggiurkan dan sah-sah saja," kata relawan guru Anggie Cahyani di Sekolah Harapan Bali.

Jaringan luas pelaku pedofil akan disebar di jaringan polisi internasional, termasuk Polisi Federal Australia, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Interpol.

Mereka sekarang tengah melacak para pedofil melalui chat room dan rencana perjalanan di biro-biro wisata. " Setiap warga Australia yang dicurigai sebagai pedofil melakukan perjalanan ke luar negeri, maka negara-negara tujuan akan menerima pemberitahuan," kata Sheehan.

Sheehan juga menggarisbawahi kebulatan tekad penegak hukum Indonesia dalam memahami dan mengatasi kasus-kasus pedofilia, termasuk kasus yang menghebohkan yang terjadi di Jakarta International School baru-baru ini.

(Sumber: Sidney Morning Herlad)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim