Ini Aturan Lengkap PSBB Jakarta yang Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 9 April 2020 14:30
Ini Aturan Lengkap PSBB Jakarta yang Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Berlaku Besok Jumat, Ini dia Aturan Lengkap PSBB yang berlaku di DKI Jakarta

Dream - DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. PSBB di wilayah DKI Jakarta diberlakukan mulai Jumat 10 April 2020.

PSBB akan berlaku selama 14 hari dan bisa diperpanjang, sesuai surat keputusan Kementerian Kesehatan dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Dilansir oleh berbagai sumber, berikut ini aturan lengkap yang dibuat selama PSBB berlaku di DKI Jakarta.

1 dari 5 halaman

Melakukan Kegiatan Sekolah, Kantor, dan Ibadah dari Rumah

 Menerapkan Kebiasaan di Sekolah© Pexels.com

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan, secara prinsip, ibu kota sudah melakukan pembatasan-pembatasan, seperti bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Pembatasan tersebut juga berlaku untuk kunjungan ke pusat keramaian, seperti mal atau kafe. 

Yang jadi pembeda, mulai Jumat 10 April 2020, warga Jakarta akan terikat pada aturan. Sebab akan disusun peraturan yang memiliki komponen penindakan. Pelanggar aturan bisa dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

" TNI dan polisi akan melakukan semua langkah dengan tegas. Kita tidak akan melakukan pembiaran dan kita tidak akan membiarkan kegiatan berjalan yang bila itu berpotensi terjadi penularan karena kepentingan kita semua adalah mengendalikan penyebaran," kata Anies, dikutip dari Liputan6.com.

Dia juga mengatakan, selama penerapan PSBB, kegiatan patroli aparat akan ditingkatkan untuk memantau kedisiplinan warga menaati aturan. Kegiatan patroli akan ditingkatkan untuk mengendalikan penyebaran virus corona, Covid-19.

2 dari 5 halaman

Pembatasan Transportasi Pribadi

 Transportasi Jakarta© Pexels.com

Pada aturan pembatasan transportasi selama PSBB, Anies memilah pembatasan angkutan pribadi menjadi empat kategori.

Pertama, mobil penumpang berjenis sedan. Sedan bermuatan 4 orang hanya boleh diisi 3 orang, 1 pengemudi depan, dan 2 penumpang di belakang

Ke dua, mobil pribadi bukan jenis sedan yang memiliki kapasitas 7 orang hanya boleh diisi 4 orang. Pembagiannya, 1 pengemudi depan, 2 penumpang di tengah, dan satu penumpang di belakang.

Ke tiga, sepeda motor dilarang berboncengan, hanya satu pengemudi saja.

Ke empat, jenis bus pribadi berkapasitas 7 orang sementara dilarang beroperasi.

3 dari 5 halaman

Pembatasan Transportasi Umum dan Ojol

 Inikah Alasan Tarif Ojol Naik Rp250/KM?© MEN

Anies juga akan membatasi operasional transportasi umum di Jakarta. Mulai jumlah penumpang hingga jam operasional.

" Jam operasinya dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta." ungkap Anies.

Untuk jumlah penumpang. pada transportasi umum jumlahnya akan dikurangi 50 persen dari jumlah penumpang biasa. Tiap armada tidak diperkenankan mengangkut penumpang secara penuh.

" (Penumpang) Bus dikurangi 50 persen. Misalnya satu bus 50 orang, maka tinggal 25 penumpang dalam bus. kita tidak mengizinkan penuh," tambah Anies.

Untuk transportasi alternatif seperti ojek online hanya boleh beroperasi untuk jasa pengiriman. Sementara untuk kendaraan roda empat tetap diperbolehkan membawa penumpang.

4 dari 5 halaman

Melarang Berkumpul Lebih dari 5 Orang

 Berkumpul Lebih dari 5 Orang© Pexels.com

Dalam pelaksanaan PSBB, warga dilarang berkumpul lebih dari lima orang, terutama ketika berkegiatan di luar ruangan. 

Terkait kegiatan keagamaan, pesta pernikahan, dan kegiatan sosial budaya lainnya yang mengharuskan berkumpul lebih dari 5 orang, juga dilarang.

Pernikahan tetap diperbolehkan namun hanya dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

5 dari 5 halaman

Beberapa Sektor Usaha Tetap Buka

 Tips Belanja Aman ke Supermarket di Tengah Wabah Corona© MEN

Pembatasan ini dikecualikan untuk beberapa sektor usaha, yakni:

Pertama, sektor kesehatan. Rumah sakit, klinik, dan industri kesehatan, seperti produsen dan disinfektan tetap beroperasi.

Ke dua, sektor pangan, yakni yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

Ketiga, sektor energi. Sektor ini terkait dengan air, gas, listrik, dan pompa bensin.

Ke empat, sektor komunikasi, yakni jasa komunikasi maupun media komunikasi.

Ke lima, sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal, tetap diizinkan beroperasi.

Ke enam, sektor logistik yang terkait dengan distribusi barang akan tetap berjalan seperti biasa. 

Ke tujuh, sektor kebutuhan sehari-hari, seperti ritel, warung, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan warga juga tetap beroperasi.

Kedelapan, sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.

Beri Komentar
Miris! Warga & PKL Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang Meski PSBB