Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Destinasi Wisata `Tersembunyi` Saudi

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 26 September 2014 10:30
Destinasi Wisata `Tersembunyi` Saudi
Gurun Saudi memiliki potensi yang sangat besar dan menarik ketika dijadikan wisata lingkungan dan geo-wisata.

Dream - Sebagian besar penduduk Indonesia mungkin hanya kota-kota seperti Mekah, Madinah, dan Jeddah karena menjadi tujuan wisata religius di negara Arab Saudi. Namun tahukah Anda, jika kota petrodolar ini juga mempunyai menjadi tujuan wisata impian selama berabad-abad dan dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya.

Mengutip laman Arabnews, Jumat, 26 September 2014, sebagian besar wisatawan yang bertandang ke Arab Saudi adalah Muslim yang bermaksud menjalankan wisata religi baik haji atau umroh. Namun ada pengunjung lain yang datang juga dalam jumlah yang besar untuk melibat keindahan pemandangan Saudi.

Sebagian besar para pengunjung ini adalah warga Saudi dan pekerja asing (ekspatriat) yang melakukan perjalanan wisata domestik.

Selain kota suci Mekah dan Madinah, Saudi sebenarnya menawarkan keajaiban alam dan sejarah serta kekayaan budaya yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari keindahan alam di Gunung Taif dan Abha, makam kuno Nabatean, sejarah Jeddah, sejarah Madain Saleh di Madinah serta pemandangan warna-warni bawah laut di Laut Merah.

Dirjen Informasi dan Juru Bicara Resmi SCTA, Majed bin Ali Al-Sheddi, mengakui pengunjung ke Saudi, yang melebihi 14 juta dalam setahun, sebagian besar adalah jamaah Haji dan Umroh.

Namun ada juga para pebisnis yang datang untuk keperluan pekerjaan. Mereka bersama dengan warga penduduk lokal merupakan pengunjung untuk pariwisata domestik, yang menunjukkan pertumbuhan yang cepat.

Sebuah laporan baru-baru ini yang dirilis 2014 oleh Pusat Informasi dan Riset Pariwisata Saudi mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan domestik selama musim panas saat ini (Juni-Agustus), lebih dari 5,8 juta, naik 5,4 persen menjadi 5,5 juta perjalanan wisata selama periode yang sama tahun lalu.

Laporan itu juga mengatakan bahwa pengeluaran oleh perjalanan wisatawan domestik untuk musim panas saat ini adalah lebih dari 6,2 miliar riyal, naik 24 persen menjadi 5 miliar riyal pada periode yang sama tahun lalu. Sementara data statistik untuk musim panas saat ini (Juni-Agustus) menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisata keluar Saudi telah mencapai 5,5 juta dengan tingkat pertumbuhan 2 persen.

Menurut proyeksi World Travel and Tourism Council, sektor perjalanan dan pariwisata Saudi memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 48 miliar pada tahun 2022.

Untuk menggenjot peluang bisnis tersebut, Saudi mengaku tengah mengembangkan geo-wisata. Pemerinta Saudi telah meninjau daftar situs geologi di Saudi dan bekerja secara komprehensif untuk menentukan sejumlah situs untuk pembangunan proyek pariwisata geologi.

Geo-wisata adalah jenis pariwisata yang menopang atau meningkatkan karakter geografis tempat, lingkungan, budaya, estetika, warisan, dan kesejahteraan penduduknya. Pariwisata jenis ini dianggap memiliki ceruk pasar yang menguntungkan dan secara signifikan tumbuh di tingkat global.

Organisasi Parwisata Dunia (WTO) dalam sebuah laporan baru-baru ini mengatakan bahwa gurun Saudi memiliki potensi yang sangat besar dan menarik ketika dijadikan wisata lingkungan dan geo-wisata. (Ism)

Beri Komentar