Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wiranto (Liputan6.com)
Dream - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, tengah berduka. Ketika sedang mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN di Singapura, Wiranto mendapat kabar cucunya, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia.
Menurut Wiranto, berdasarkan kabar yang didapatnya, Daniyal meninggal akibat terpeleset dan terjatuh ke dalam kolam ikan. Cucunya masih berusia 16 bulan.
" Saya juga tahu dari media dulu, karena itu saya terima kasih dengan teman-teman media," ujar Wiranto, dikutip dari Liputan6.com.
Wiranto mengucapkan terima kasih atas simpati dan doa yang diberikan kepada cucu dan keluarganya. Dia berharap doa-doa yang tersampaikan dapat menjadi penenang bagi Dahniyal saat menghadap Allah SWT.
" Mendoakan almarhum supaya bisa mendapatkan ketenangan di sisi Allah SWT," kata Wiranto.
Selanjutnya, Wiranto mengatakan begitu mendapat kabar cucunya meninggal dia segera meminta izin pulang lebih dulu kepada Jokowi.
" Sebelum pertemuan selesai, ya, memang hari terakhir mendapatkan kabar cucu saya meninggal dunia kecelakaan.
Menurut Wiranto, cucunya sempat bermain-main di tepi kolam ikan. " Terpeleset dan tidak tertolong," ucap dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Dream - Keluarga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sedang dilanda kedukaan. Sang cucu, Achmad Daniyal Alfatih, 16 bulan, meninggal akibat tercebur kolam ikan pada Kamis malam, 15 November 2018.
Anak Wiranto yang merupakan ayah almarhum, Abdi Setiawan, mengatakan dia sedang berada di Kendari ketika malang menimpa anaknya.
Beberapa hari sebelum anaknya meninggal, Abdi seperti mendapat petunjuk.
" Sinyal, tanda-tanda mau meninggal itu memang sudah ada," kata Abdi, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.
Abdi mengaku dalam beberapa hari belakangan, dia sering mengajak Daniyal bepergian ke luar kota. Dalam 10 hari terakhir, Daniyal selalu bersamanya.
" Kira-kira 10 hari ini enggak pernah lepas dari saya, ke Gorontalo, Solo, Bandung," kata Abdi.
Dia juga mengaku ada perasaan berbeda terhadap anaknya. " Hati saya kok agak cinta sama dia," ucap Abdi.
Saat berangkat ke Kendari, Abdi juga mendapat firasat. Sebab, tidak biasanya dia tertidur di pesawat sampai bermimpi.
" Di pesawat itu saya diberikan tanda oleh Allah, jarang saya bisa tidur di pesawat," terang dia.
Selanjutnya, dalam mimpinya, Abdi merasa berada di laut dan berusaha berenang ke daratan. Ketika berenang, ada hewan yang menggigitnya namun dia tidak merasakan sakit.
" Biasanya kan kalau ular laut mematikan, tapi ini enggak, sampai akhirnya saya berenang sampai ke daratan," ucap Abdi.
Sesampai tepian, Abdi melihat ada daratan di tengah laut. Di atasnya ada banyak sekali gedung indah.
" Terus saya lihat pesawat saya enggak ada, kemudian saya terbangun," tutur dia.
Setiba di Kendari, mimpi tersebut dia ceritakan kepada istrinya. Barulah selepas Zuhur, Abdi mendapat kabar Daniyal tidak sadarkan diri.
" Saat itu saya sadar bahwa Allah akan mengambil kepunyaan-Nya yang dititipkan pada saya," ucap dia.
Jenazah bayi mungil itu dimakamkan di pemakaman keluarga Delingan di Surakarta pagi tadi. Komplek pemakaman tersebut berlokasi di Jalan Raya Solo-Tawangmangu.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya