Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dampak Gempa Pidie Jaya (Twitter @PMIbandaaceh)
Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault.
Dream - Gempa tektonik berkekuatan 6,5 skala Richter yang mengguncang wilayah Pidie Jaya, Aceh, disebabkan oleh aktivitas sesar lokal. Lindu tersebut tergolong sebagai gempabumi dangkal.
“Berdasarkan peta tataan tektonik Aceh tampak bahwa di zona gempabumi memang terdapat struktur sesar mendatar,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi, sebagaimana dikutip Dream ari laman bmkg.go.id, Rabu 7 Desember 2016.
Menurut Riyadi, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi Pidie Jaya dibangkitkan oleh aktivitas strike-slip fault (sesar mendatar). Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault. “Yang jalur sesarnya berarah barat daya - timur laut.”
Gempabumi terjadi pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 skala Richter. Pusat gempa terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.
BMKG mencatat, hingga pukul 08.12 WIB sudah terjadi gempabumi susulan sebanyak 10 kali dengan kekuatan terbesar 4,8 skala Richter. Tren kekuatan gempabumi susulan semakin kecil, sehingga masyarakat dihimbau agar tetap tenang.
“Selanjutnya mengikuti arahan BPBA setempat dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Riyadi.
© Dream
Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan dampak gempabumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh, pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).
Seluruh wilayah tersebut diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempabumi berupa kerusakan bangunan. Ini sesuai laporan sementara dari zona gempabumi bahwa gempabumi ini memang menimbulkan kerusakan di berbagai tempat.
Sejumlah bangunan dilaporkan rusak. Sementara, hingga berita ini diturunkan, sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, ratusan orang terluka dan harus dirawat di rumah sakit.