Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(mynewshub.cc)
Dream - Anda mungkin merasa aneh membaca kisah Gilbert Sanchez berikut ini. Pria 47 tahun ini tinggal di pohon kelapa selama tiga tahun, baru turun tiga tahun kemudian. Tapi kisah ini benar adanya.
Pria asal La Paz, Provinsi Agusan del Sur, Filipina, itu memanjat pohon kelapa setinggi 18 meter pada tahun 2014. Sejak saat itu dia tidak pernah turun dan menjadikan pohon kelapa tersebut sebagai tempat tinggalnya.
Gilbert memutuskan 'pindah' rumah tiga tahun lalu setelah kepalanya dipukul menggunakan senjata dalam sebuah perselisihan. Dia ketakutan karena ancaman pembunuhan itu.

Ibunya masih ingat betapa takutnya Gilbert saat dia tahu ada orang yang datang untuk membunuhnya.
Salah satu cara untuk membuatnya tetap hidup adalah dengan memanjat pohon tertinggi yang dia temukan dan tinggal di sana.
© Dream
Untuk menopang hidupnya, Gilbert bergantung pada makanan dan minuman yang dibawa ibunya setiap hari, yang diangkat ke atas pohon dengan tali.
Ibu Gilbert, Winifreda Sanchez, mencoba membujuknya untuk turun dari pohon kelapa, setidaknya untuk mandi. Tapi Gilbert selalu menolaknya.

Yang bisa dilakukan oleh Winifreda adalah mengirim makanan, air, pakaian dan rokok kepada putranya. Rutinintas itu dilakukan setiap hari.
Namun, pada tanggal 11 Oktober lalu, sebuah tim yang terdiri dari 50 orang bersama keluarga Gilbert mencoba membujuknya untuk turun lagi.
© Dream
Mereka terpaksa memotong pohon kelapa yang selama ini jadi rumah Gilbert menggunakan gergaji mesin.
Tindakan menurunkan Gilbert itu termasuk 'operasi' yang sulit karena dia harus tetap dalam kondisi selamat.
Namun, operasi tersebut akhirnya berjalan lancar seperti yang direncanakan. Gilbert akhirnya menjejakkan kakinya lagi ke tanah setelah tiga tahun tinggal di atas pohon kelapa.
© Dream
(mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya