Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Meninggal Dunia Akibat Tak Dapat Perawatan Di India (Times Of India)
Dream - Seorang pria di Distrik Guna, Madhya Pradesh, India, Sujil Rajak, meninggal di bawah pohon di pelataran rumah sakit pemerintah. Dia tidak mendapat pertolongan medis selama 12 jam.
Dikutip dari Times of India, tidak ada satupun petugas dari rumah sakit bersedia memberikan bantuan medis kepada pria tersebut. Penyebabnya termasuk sepele, yaitu istri pria tersebut tidak punya uang untuk biaya pendaftaran pasien yang hanya sebesar 5 rupee, setara Rp977.
Wanita itu sempat berusaha meminta bantuan baik kepada rumah sakit maupun kepada orang-orang yang lewat. Tetapi, tak ada satupun yang mau membantu.
Kasus ini membuat marah mantan Kepala Menteri Madhya Pradesh, Kamal Nath. Dia pun mengungah kritikan pedas kepada pemerintah atas kasus kemanusiaan ini.
" Ini bukan tentang bagaimana saya meninggalkan negara," kata Nath.
Nath tidak habis pikir begitu abainya orang-orang terhadap kelompok miskin. Bahkan memberikan bantuan nilainya tidak seberapa saja tak ada yang mau.
" Anda terlalu sibuk dengan lelang MLA tapi seorang wanita di Guna, membawa balita, memohon sepanjang hari untuk menyelamatkan nyawa suaminya," cuit dia.
" Dia tidak dirawat karena dia tidak punya 5 rupee untuk membeli parcha (tiket pendaftaran pasien). Dia tersentak sampai mati di depan istrinya. Apakah ini kondisi negara di bawah pemerintahan Shivraj?" lanjut dia.
Pemerintah Guna segera menggelar penyelidikan mengenai kasus ini.
Laporan media lokal menyebutkan wanita itu tidak memiliki 5 rupee untuk membeli " parcha" . Tetapi, dokter bedah SK Shrivastav, menyatakan pria tersebut mendapatkan tiket konsultasi gratis dari rumah sakit pemerintah.
Sementara, istri Sunil, Aarti, mengaku diberitahu untuk membayar tiket pendaftaran pasien. Dia diminta kembali ke rumah sakit pagi keesokan harinya sembari membawa uang tunai.
Aarti mengtakan suaminya merasa sakit pada Rabu lalu. Dia pun membawa Sunil ke rumah sakit distrik Guna.
Sesampai di sana, Aarti meninggalkan suaminya di bawah pohon. Dia lalu mencoba mengurus syarat administrasi agar suaminya bisa mendapat perawatan medis di rumah sakit.
" Ketika saya pergi ke rumah sakit dan seseorang di luar loket bilang saya harus bawa uang untuk 'parcha'," kata wanita tersebut.
Dia lalu berusaha memberitahu orang-orang suami masih bernapas dan bisa diselamatkan. Tetapi tidak ada satupun orang yang mau membantu.
" Bahkan ketika dia meninggal, saya tetap harus menunggu selama satu jam sebelum orang-orang berkerumun dan memberikan bantuan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya