Apresiasi Sholat Tarawih & Idul Fitri di Masjid, Ketua DMI: `Alhamdulillah`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 8 April 2021 11:00
Apresiasi Sholat Tarawih & Idul Fitri di Masjid, Ketua DMI: `Alhamdulillah`
Jusuf Kalla mendukung langkah pemerintah mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri selama Ramadan.

Dream - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengapresiasi langkah pemerintah mengizinkan pelaksanaan sholat tarawih selama bulan Ramadan dan sholat Idul Fitri berjemaah di masjid.

Namun mantan Wakil Preseiden yang biasa disapa JK itu mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan sholat berjemaah tersebut.

" Yang jelas, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini alhamdulillah kita sudah bikin edaran agar betul-betul dilaksanakan secara ketat,” ujar JK dikutip dari kemenkopmk.go.id, Rabu 7 April 2021.

JK menjelaskan, selain penerapan protokol kesehatan secara ketata, pengawasan terutama dari sisi kebersihan masjid juga perlu ditingkatkan demi menjaga kesehatan bersama Ia meminta penjaga masjid atau marbot harus bisa memastikan dan mengawasi pelaksanaan ibadah sholat tarawih dan sholat Idul Fitri.

“ Kita juga sudah bicarakan bahwa masjid siap menjadi pusat vaksinasi untuk seluruh Indonesia. Sekali lagi kami juga berterima kasih karena pemerintah sudah mengizinkan sholat tarawih dan sholat Ied di masjid,” kata JK.

 

1 dari 5 halaman

Pemerintah Akan Sosialisasi

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan sholat tarawih dan sholat Idul Fitri.

Dalam hal ini, ia menilai paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama beribadah.

“ Maka itu saya bersilaturahmi kepada Bapak Jusuf Kalla untuk berkonsultasi sekaligus koordinasi pelaksanaan ibadah sholat tarawih dan sholat Idul Fitri dan kegiatan-kegiatan yang lain selama Ramadan. Dalam hal ini karena beliau Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia,” kata Muhadjir

Ia pun berharap dengan berkonsultasi bersama JK, berbagai masalah yang mungkin muncul dengan diizinkannya sholat tarawih berjamaah di masjid dan juga sholat Idul Fitri di masjid dan lapangan akan dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih baik dan penuh kesiapan.

Sumber: kemenkopmk.go.id

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

3 dari 5 halaman

Pemerintah Izinkan Sholat Tarawih dan Id Berjemaah di Masjid

Dream - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyatakan Pemerintah membolehkan pelaksanaan ibadah Ramadan dijalankan secara berjemaah di masjid. Demikian pula dengan Sholat Idul Fitri 1442H.

" Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan," ujar Muhadjir usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Meski demikian, Muhadjir menekankan protokol kesehatan harus tetap dijalankan secara ketat. Jemaah boleh beribadah di luar rumah.

" Tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas, jadi di lingkup komunitas di mana para jemaahnya memang sudah dikenali satu sama lain," kata dia.

Jemaah dari luar, Muhadjir meminta untuk tidak diizinkan. Kemudian sholat jemaah Tarawih, sebisa mungkin dilaksanakan secara singkat.

" Sehingga waktunya tidak berkepanjangan, tidak terlalu panjang, mengingat masih dalam kondisi darurat ini," kata dia.

4 dari 5 halaman

Jemaah Sholat Idul Fitri Harus Komunitas, Kenal Satu Sama Lain

Mengenai sholat Idul Fitri, Muhadjir juga menyatakan diizinkan dilaksanakan di luar rumah. Tetapi, jemaah harus bersifat komunitas.

" Yaitu dikenal satu sama lain dan juga diupayakan mematuhi protokol yang sangat ketat," kata dia.

Dia juga meminta masyarakat berusaha untuk tidak menimbulkan kerumunan. Terutama ketika datang ke lokasi sholat Idul Fitri baik di lapangan maupun di masjid.

" Maupun ketika saat bubar dari sholat jemaah supaya dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar," terang Muhadjir.

 

5 dari 5 halaman

Masjid Istiqlal Gelar Sholat Tarawih, Cuma Buat 2.000 Jemaah

Dream - Pemerintah telah mengizinkan masjid dan mushola melaksanakan Sholat Tarawih di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, pembatasan tetap diterapkan dengan jumlah jemaah maksimal 50 persen.

Masjid Istiqlal pada Ramadan ini juga menggelar Sholat Tarawih. Tetapi, ketentuan yang ditetapkan pemerintah tidak akan dipenuhi seluruhnya.

" Istiqlal itu mungkin tidak sama dengan masjid yang diumumkan pemerintah ya, karena pengumuman Pemerintah itu berlaku umum seperti di masjid komplek," ujar Juru Bicara Masjid Istiqlal, Nur Khayin.

Nur mengatakan jika memenuhi batasan yang ditetapkan pemerintah sebanyak 50 persen, maka jemaah akan tetap banyak. Sebab kapasitas Masjid Istiqlal cukup besar.

" Kalau 50 persennya, Istiqlal itu 100 ribu karena kapasitasnya 200 ribu. Makanya Istiqlal tidak berlaku dengan peraturan masjid itu," kata Nur.

Sehingga, saat Ramadan nanti hanya ada 2.000 jemaah yang dibolehkan Sholat Tarawih di Masjid Istiqlal. Ibadah tersebut akan dilaksanakan di lantai utama.

Terkait dengan kegiatan lain seperti buka puasa dan sahur bersama belum diputuskan. Nur mengatakan pengurus masih melakukan pengkajian lebih lanjut.

Sumber: Liputan6.com.

 

 

Beri Komentar