Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Kemenag)
Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan doa semua agama dalam acara Kementerian Agama bersifat internal. Dia juga menjelaskan hal itu masih sebatas saran.
" Itu kan bersifat internal di lingkungan Kemenag. Itu pun hanya untuk kegiatan berskala besar, seperti seperti munas (musyawarah nasional)," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Gus Yaqut, saran yang dia sampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Kemenag itu didasarkan pada asumsi Kemenag adalah lembaga yang menaungi semua agama. Tidak hanya satu agama, yaitu Islam saja.
" Ingat, ini Kementerian Agama. Menaungi semua agama yang diakui di negara ini. Bukan Kementerian Islam yang hanya menaungi satu agama, Islam saja," kata dia.
Karena itulah, Gus Yaqut menilai perlu adanya doa semua agama sebagai representasi setiap pemeluk agama di lingkungan Kemenag. Dia juga mengingatkan Indonesia adalah negara yang dibangun oleh semua umat beragama.
" Negara ini didirikan oleh banyak agama, bukan Islam saja," kata dia.
Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta agar setiap kali agenda internal Kemenag dibuka dengan doa dari semua agama. Dia mengingatkan, Kemenag merupakan institusi pemerintah yang menaungi tidak hanya satu namun semua agama.
Hal ini disampaikan Gus Yaqut ketika membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin hingga Rabu, 5-7 April 2021.
Dia mengapresiasi pembacaan ayat-ayat suci Alquran dalam pembukaan tersebut, sebagai bentuk pencerahan.
" Tapi akan lebih indah kalau doanya diberikan kesempatan semua agama untuk memberikan doa," ujar Gus Yaqut, disiarkan kanal YouTube Kemenag RI.
Dia menyatakan pernyataan itu sebagai otokritik terhadap Kemenag yang selama ini hanya menggunakan doa Islam setiap kali membuka dan menutup acara internal. Dia ingin Kemenag menjadi rumah semua agama.
" Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas kegiatan agama, ormas Islam Kementerian Agama," kata Gus Yaqut.
Dia menekankan Rakernas Kemenang bukan semata membahas urusan agama Islam.
" Kita sedang melakukan Rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja," kata dia.
Lebih lanjut, Gus Yaqut mengingatkan Kemenag harus menjadi contoh dalam moderasi beragama. Jangan sampai kampanye moderasi gencar digalakkan Kemenag namun pada praktiknya justru berseberangan.
" Ini otokritik, jangan sampai muncul paradoks. Jadi kita ingin kementerian ini melayani semua agama, tetapi dalam perilaku kita tidak mencerminkan itu," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya