Masih Dibahas, Biaya Haji 2021 Diprediksi Naik

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 7 April 2021 12:01
Masih Dibahas, Biaya Haji 2021 Diprediksi Naik
Belum ada kepastian mengenai biaya haji tahun ini namun dimungkinkan naik mengingat masih dalam pandemi Covid-19.

Dream - Ada kemungkinan pelaksanaan ibadah haji 1442 H meski belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Sementara, pandemi Covid-19 membawa dampak pada peningkatan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Khoirizi, mengatakan, besaran biaya haji tahun ini belum ditetapkan. Pihaknya masih membahasnya bersama Dewan Perwakilan Rakyat.

" Belum ada ketetapan. Biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR," ujar Khoirizi, melalui keterangan tertulis.

Khoirizi mengatakan pembahasan biaya termasuk dalam upaya mitigasi penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19. Lantaran belum ada keputusan resmi, bahasan mengenai biaya haji didasarkan pada asumsi mengenai kuota dan skenario yang telah dirumuskan.

" Karena belum ada kepastian kuota, maka pembahasan biaya haji berbasis pada skenario yang bersifat asumtif, mulai dari kuota 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga hanya 5 persen," kata dia.

1 dari 5 halaman

3 Faktor Pemicu

Khoirizi juga menyebut ada kemungkinan biaya haji mengalami kenaikan untuk tahun ini. Ada tiga faktor yang jadi penyebabnya yaitu kenaikan kurs dolar Amerika Serikat, kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, serta penerapan protokol kesehatan yang sifatnya harus baik di Indonesia maupun di Saudi.

" Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak dan pembatasan kapasitas kamar, juga ada karantina dan lainnya. Itu semua tentu berdampak pada biaya haji," kata dia.

Lebih lanjut, Khoirizi menyatakan Kemenag bersama Komisi VIII DPR terus mempersiapkan layanan terbaik untuk jemaah. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Salah satunya untuk mengurangi mobilitas, tahun ini rencananya konsumsi diberikan tiga kali sehari. Dengan begitu, jemaah tidak perlu keluar mencari makanan.

" Kemenag bersama Komisi VIII terus berusaha untuk semaksimal mungkin, kalaupun ada kenaikan biaya haji, hal itu tidak memberatkan jemaah," kata Khoirizi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Kemenag Buat Kajian Manasik Haji di Masa Pandemi Pertengahan Ramadan

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) terus menyiapkan langkah mitigasi penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah soal pelaksanaan manasik haji yang biasa dilakukan calon jemaah hai sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kemenag menjadwalkan agenda Bahtsul Masail membahas manasik haji. Seluruh aspek akan dikaji dalam forum yang melibatkan para ulama dan ahli fikih.

" Insya Allah, forum Bahtsul Masail ini akan kita gelar pada pertengahan Ramadan 1442H," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi melalui keterangan tertulis.

Khoirizi menjelaskan akan ada banyak penyesuaian dalam pelaksanaan ibadah haji jika pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membukanya. Salah satunya adalah kewajiban penerapan protokol kesehatan.

" Ada berbagai hal yang sebelumnya dapat dilakukan di musim normal, tidak dapat dilakukan atau disesuaikan di masa pandemi. Masalah-masalah keagamaan yang terjadi sebagai dampak pandemi ini perlu dikaji," kata Khoirizi.

3 dari 5 halaman

Panduan Untuk Jemaah

Dia melanjutkan salah satu tujuan syariat agama adalah menjaga jiwa (hifdz an-fas). Oleh sebab itu, perlu dicari satu formula agar pelaksanaan ajaran agama (hifz ad din) sejalan dengan tujuan menjaga jiwa (hifdz an-fas).

Kasubdit Bimbingan Jemaah, Arsyad Hidayat, mengatakan Bahtsul Masail akan mengkaji dampak kebijakan penanganan Covid-19 terhadap aspek-aspek ibadah dalam pelaksanaan haji dan umroh. Forum ini juga akan mengkaji solusi hukum yang memberikan jaminan keabsahan pelaksanaan ibadah dan memberikan kemudahan dan ketenangan kepada jemaah haji

" Hasil Bahtsul Masail ini akan kami susun menjadi buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh Masa Pandemi untuk didistribusikan kepada jemaah haji," kata Arsyad.

Bahstul Masail ini akan diikuti oleh akademisi, perwakilan ormas Islam, forum komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus, serta para pemerhati dan praktisi haji.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Jemaah Haji Minimal Jalani Swab 3 Kali Jika Dibolehkan Berangkat

Dream - Pemerintah terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021M sembari menunggu keputusan resmi dari Arab Saudi. Salah satu hal yang disiapkan yaitu penerapan protokol kesehatan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Ramadhan Harisman, mengatakan salah satu hal yang pasti dijalankan yaitu tes swab PCR. Jika Saudi memberikan izin keberangkatan, Ramadhan menyatakan para jemaah akan menjalani tes swab PCR minimal tiga kali.

" Jika Saudi mengizinkan keberangkatan haji Indonesia, maka setidaknya jemaah akan melakukan tiga kali swab PCR," ujar Ramadhan dalam keterangan tertulis.

Menurut Ramadhan, swab PCR pertama akan dijalankan paling lambat 2x24 jam sebelum terbang ke Saudi. Sedangkan swab kedua dilakukan saat tiba di Saudi.

" Terakhir, swab PCR dilakukan lagi jelang pulang ke Tanah Air," kata dia.

Selain itu, jemaah juga harus menjalankan swab antigen sebelum masuk asrama haji. Hasil swab antigen menjadi syarat jemaah haji memasuki asrama sebelum berangkat ke Saudi.

5 dari 5 halaman

Jemaah Dipastikan Sudah Divaksin

Tak hanya itu, Ramadhan memastikan seluruh jemaah yang nantinya berangkat sudah menjalani vaksinasi sebagai syarat wajib. Untuk pelaksanaannya, Kemenag telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

" Alhamdulillah, jemaah yang sudah melunasi biaya haji 2020 dan usianya di atas 60 tahun, sudah masuk prioritas vaksinasi untuk kategori lansia. Targetnya 31 Maret, dua kali dosis vaksin sudah disuntikkan ke jemaah," kata dia.

Sedangkan untuk jemaah lunas biaya haji 2020 namun tidak masuk kategori lansia, Ramadhan menyatakan mereka dimasukkan dalam kategori rentan. Sebab, para jemaah tersebut akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

" Insya Allah jemaah yang sudah melunasi biaya haji 2020, akan divaksin dan dijadwalkan pada akhir Mei semua sudah divaksinasi," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar