Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jerit PSK Kalijodo di Buku Harian yang Tertinggal

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 23 Februari 2016 11:49
Jerit PSK Kalijodo di Buku Harian yang Tertinggal
Buku bersampul kotak-kotak merah dengan garis kuning di halaman depan ini tertulis sebuah nama; 'Dewi.Me:Mas'.

Dream - Hingar bingar lokalisasi prostitusi di Kalijodo, ternyata menyimpan curahatan hati para Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana yang sangat memilukan.

Berawal dari sebuah bilik kamar berukuran 1 x 2 meter yang berlokasi di Kafe Mega Mas, tertinggal sebuah buku catatan yang diyakini milik seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tertinggal.

Buku bersampul kotak-kotak merah dengan garis kuning di halaman depan ini tertulis sebuah nama; 'Dewi.Me:Mas'.

Dalam lembaran pertama buku itu, hanya ada beberapa hitungan, dan setelah dibuka ke halaman berikutnya, si empunya buku ini ternyata menyelipkan sebuah catatan hidupnya yang berisikan bahwa ia sudah tak kuat lagi dengan profesinya saat ini.

" Aa. Allah aku udah gak betah hidup yang ku jalani. Ya Allah bimbinglah aku ke jalan yang benar. Ya Allah... Aku ingin jadi orang yang baik di mata semua orang terutama-Mu. Ya Allah... Kapan semua nich berakihir ya Aallah aku udah cape dengan semua nich," tulis pemilik buku diary.

Tak hanya buku ini, ternyata di kamar lain masih dalam lokasi yang sama yaitu Kafe Mega Mas juga ditemukan buku diary. Kali ini, buku tersebut tanpa sampul dan terlihat usang. Tak ada nama yang menunjukkan siapa pemilik buku ini.

Di dalam buku yang kertasnya sudah mulai terkoyak itu tertulis curahan hati PSK Kalijodo lainnya tentang kisah percintaan yang ia alami.

Isinya...

1 dari 6 halaman

'Lorong Neraka' Kalijodo

'Lorong Neraka' Kalijodo © Dream

" Hidup ini begitu indah dan hidup ini pun begitu adil semenjak kenal dirimu walau pun kita hanya sebatas teman tapi suatu saat nanti aku."

" Andai kamu tau betapa ku merindukanmu. Andai saja kamu tau betapa hidup ini indah di saat bersama mu. Walupun hanya dalam mimpi indahku saja, tapi suatu saat nanti aku percaya mimpi itu menjadi kenyataan untuk bisa hidup bersama mu my love."

Namun, di dalam lembaran buku tersebut tertulis sebuah nama 'Via'. Ia menulis bahwa ia terjerumus ke dunia gelap karena salah pergaulan. 

" Via anak malam. Via gadis lugu yang salah pergaulan. Via anak yang baik tapi salah pergaulan."

" Loh tuh lugu, tapi loh sayang. Lugu loh cuma dimanfaatin orang. Loh tuh sebenarnya anak baik tapi loh salah pergaulan."

Sempit, pengap dan kumuh. Itu tiga kata untuk menggambarkan kamar-kamar para wanita penghibur di Kalijodo.

Untuk mencapai kamar-kamar itu, para pengunjung harus melewati lorong-lorong sempit yang hanya cukup dilalui satu orang. Tak berlebihan jika Kombes Krishna Murti pernah menyebutnya sebagai 'lorong neraka'.

2 dari 6 halaman

Jawaban Tukang Bakso di Kalijodo Bikin 'Gubrak!'

Jawaban Tukang Bakso di Kalijodo Bikin 'Gubrak!' © Dream

Dream - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, punya pengalaman menarik saat melakukan pengamanan di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam akun Facebook miliknya, Krisha menceritakan obrolannya dengan tukang bakso yang bikin dia 'gubrak'.

Saat pengamanan di Kalijodo, belum lama ini, Krishna yang kelaparan membeli bakso. Ia iseng-iseng bertanya ke tukang bakso.

" Udah berapa tahun jualan bakso Mas..?" tanya Krishna.

Si tukang bakso jawab; kira-kira 5 tahun lebih.

" Gerobak sama dagangannya udah milik sendiri apa punya orang lain mas..?" tanya mantan Kapolsek Penjaringan itu penasaran.

" Punya majikan saya. Saya tiap hari setoran," jawab si tukang bakso sekenanya.

" Jualan lebih dari 5 tahun harusnya mas udah punya gerobak dan modal sendiri mas (maklum mau ajak dia pindah jualan keluar Kalijodo)," balas Krishna berharap obrolan berlanjut.

Tapi rupanya, si tukang bakso agak jengel digurui Krishna. " Yah beginilah namanya orang kecil... Trus bapak sendiri bekerja jadi polisi ini sudah berapa tahun..?" kata si tukang balik bertanya.

" Udah 25 tahun. Memangnya kenapa..?" jawab Krishna bangga.

" Bapak sudah 25 tahun kerja jadi polisi, harusnya Bapak sudah punya Polsek sendiri..!!!," kata si tukang bakso enteng sambil menuangin kuah ke mangkok. Gubrakkkkkk!

3 dari 6 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok

Kisah Nyata Pemandi Jenazah Banci di Priok © Dream

Dream - Kisah nyata ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rahmat namanya. Salah satu pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Tabung Amanah Umat (Tamu) yang berkantor di kawasan Bekasi.

Lembaga yang dia kelola itu membuka jasa pemulasaraan jenazah muslim, gratis. Sebagai seorang pengurus LAZ yang juga menjadi petugas perawatan jenazah, Rahmat banyak memiliki pengalaman.  

Satu pengalaman yang membuat dia merasa begitu prihatin adalah tatkala memandikan jenazah seorang banci.

Kisah ini terjadi sekitar lima tahun lalu. Waktu itu, Rahmat mendapat telepon dari seseorang yang meminta bantuan memandikan jenazah di kawasan Priok. Orang itu mengaku mendapat nomor telepon Rahmat usai mendengar iklan di radio.

" Waktu itu ada tetangganya yang menelepon dan meminta bantuan," ujar Rahmat saat berbincang dengan Dream, Kamis, 18 Februari 2016.

Mendapat kabar itu, Rahmat segera meluncur ke lokasi. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang siapa sebenarnya sosok jenazah yang akan diurus.

" Awalnya saya tidak diberitahu. Jadi ke sana dengan asumsi membantu orang yang tidak mampu. Barangkali tidak bisa membayar jasa pemandian," kata dia.

Sesampai di lokasi, Rahmat tetap tidak merasa curiga. Dia hanya mendapat informasi para pengurus masjid dan musala di sekitar lokasi, tidak ada yang mau mengurus jenazah.

Mungkin saja, lantaran warga setempat sudah tahu kebiasaan orang itu semasa hidup.

" Saya kaget, kok yang datang kayak orang-orang salon semua," kata dia.

Tapi, Rahmat berusaha berbaik sangka jenazah adalah sosok pria normal. Dia yang kala itu dibantu oleh seorang sopir, kemudian masuk ke rumah duka dan akan menangani jenazah.

" Pas itu saya dikasih tahu kalau jenazah itu adalah banci," kata dia. Rahmat sempat mengalami kebingungan

4 dari 6 halaman

Alat Kelamin Asli Atau...

Alat Kelamin Asli Atau... © Dream

Dream - Rahmat sempat mengalami kebingungan apakah akan melanjutkan prosesi pengurusan jenazah atau tidak. Dia langsung menghubungi ustaz yang menjadi rujukan dan meminta saran. 

" Kata ustaz, diurus saja karena itu fardlu kifayah. Tetapi, harus dipastikan dulu apakah alat kelaminnya masih asli atau tidak. Kalau masih ada dan asli, kita mandikan. Kalau tidak, ya jangan dimandikan," ucap Rahmat.

Akhirnya Rahmat memeriksa alat kelamin jenazah itu. Setelah mendapat kepastian alat kelamin masih ada, Rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut.

5 dari 6 halaman

Masalah Baru, Dada Silikon...

Masalah Baru, Dada Silikon... © Dream

Dream - Rahmat lantas segera memandikan jenazah tersebut. Rahmat menemukan lagi masalah baru. 

" Tapi, ada masalah karena di bagian dadanya ada cairan silikon. Akhirnya cairan itu dikeluarkan. Dadanya palsu tapi alat kelaminnya masih asli," kata dia.

Rahmat menjadi semakin prihatin usai memandikan dan mengkafani jenazah. Tidak ada satupun orang yang mau menyalatkan jenazah itu, termasuk dari para pelayat yang notabene berperilaku seperti jenazah.

6 dari 6 halaman

Berebut Tali Pocong

Berebut Tali Pocong © Dream

Dream - Rahmat pun kemudian menyalatkan jenazah tersebut bersama sopirnya. Pengurusan jenazah bahkan dilakukan sampai pada memakamkan.

Tidak ada warga sekitar yang membantu dia. Pun demikian para pelayat.

" Yang mengantarkan ke pemakaman itu ya banci juga, yang kebanyakan bercanda secara tidak pantas. Bahkan mereka sampai berebut tali pocong," tutur Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Pelajaran bukan hanya untuk Rahmat, melainkan juga bagi para muslim agar tidak terjebak dalam lingkaran praktik Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). 

Beri Komentar