Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ronny Rahman Nitibaskara, mengatakan Jessica Kumala Wongso punya kepribadian kategori Emotional Unstable Personality. Kategori ini memiliki beberapa ciri khusus.
Menurut Ronny, ciri-ciri orang dengan kategori tersebut memiliki antara lain memanfaatkan orang lain, perasaan mudah berubah, serta tidak ingat dengan kebaikan orang lain.
Dia menambahkan, Jessica juga memiliki sifat berkeinginan kuat dan keras kepala. Selain itu, juga berpotensi memiliki dorongan untuk merencanakan menyakiti baik diri sendiri.
" Kalau tidak menyakiti orang lain, bisa menyakiti diri sendiri," ujar Ronny dalam persidangan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 1 September 2016.
Bahkan, kategori emosional tersebut bisa membunuh orang lain. Ini dapat terjadi jika tidak dapat memiliki seseorang yang diinginkan. Ronny menilai, Jessica sangat menyukai kerapihan, cerewet dan teliti.
© Dream
Ronny mengaku sempat menganalisis kepribadian Jessica melalui lima tahap pemeriksaan. Tahap pertama dengan cara investigasi emosional.
Pada tahap ini, Ronny mengaku bisa membuat suasana menjadi cair. Sehingga komunikasi keduanya terbangun dengan baik. " Komunikasi lancar dengan penuh canda dan tawa," ujar Ronny.
Analisis ke dua, dia melihat watak Jessica dari bentuk bagian tubuhnya. Tetapi dia tidak memperoleh informasi watak keseharian Jessica, yang seharusnya diperoleh dari depth interview terhadap keluarga, karena keterbatasan waktu.
" Maka dilakukan substitusi dengan mempelajari watak dasar Jessica dengan Antropologi Psikologi dengan cara membaca watak dari wajah dan tangan," kata dia.
© Dream
Kemudian, dia menganalisis perilaku Jessica dari bahasa tubuh. Dari situ diketahui ada ketidaksamaan antara ucapan dengan gerak-gerik tubuh secara berulang kali.
Tahap ke tiga, dia memerhatikan bahasa tubuh Jessica. Hasilnya, ditemukan ketidakserasian antara gerak tubuh dengan ucapan secara berkali-kali.
Tahap ke empat, Ronny menganalisis ucapan yang keluar dari lisan Jessica. " Lisan, ditemukan juga ketidakserasian antara bahasa verbal dengan nonverbal. Terkesan ingin cepat menjawab asal kena pas ditanya," jelas Ronny.
Terakhir, ada sifat untuk menonjolkan diri sendiri, merasa benar sendiri, serta narsis berada pada diri Jessica. " Analisis pernyataan, ada unsur benar sendiri, menonjolkan diri, narsis," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam