Hadir Lewat Video Conference, Jokowi Marathon 5 KTT Sekaligus

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 November 2020 14:30
Hadir Lewat Video Conference, Jokowi Marathon 5 KTT Sekaligus
Salah satunya Presiden menghadiri KTT ke-37 ASEAN yang diselenggarakan pemerintah Vietnam.

Dream - Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang digelar oleh Vietnam. Bukan dengan tatap muka, KTT kali ini berjalan virtual dan presiden melakukannya melalui video conference di Istana Bogor.

Di waktu yang bersamaan, Jokowi menghadiri lima konferensi sekaligus. Kelimanya yaitu KTT Pleno ke-37 ASEAN, KTT ke-23 ASEAN-RRC, KTT ke-21 ASEAN-Korea Selatan, KTT ke-23 ASEAN-Jepang, serta KTT ke-17 ASEAN-India.

" Rangkaian KTT membahas langkah bersama untuk mencegah dampak lebih luas pandemi ini bagi kawasan dengan menekankan prioritas kerja sama di 2021, khususnya terkait vaksin," ujar Jokowi di Twitter

Hadir mendampingi Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono.

 

1 dari 1 halaman

Pembahasan Dalam KTT

Dalam konferensi ini dibahas langkah bersama mencegah dampak pandemi Covid-19 lebih luas di kawasan dengan memprioritaskan kerja sama di 2021. Khususnya kerja sama terkait vaksin dan produksinya.

Selain itu juga dibahas prioritas pengembangan ekonomi kawasan dengan mitra guna menangani dampak ekonomi sosial akibat Covid-19.

Inisiatif yang diusung Indonesia dalam KTT ini yaitu membangun komitmen bersama ASEAN untuk membuka kembali konektivitas serta memulihkan kegiatan ekonomi melalui Travel Corridor Arrangement.

Diharapkan dengan TCA ini dapat mempermudah akses perjalanan bisnis di negara-negara ASEAN. Terlebih dalam situasi kenormalan baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

" KTT ini penting untuk satukan langkah dan memperoleh komitmen ke depan para pemimpin negara mitra ASEAN untuk mengatasi pandemi secara lebih terstruktur, sesuai tenggat waktu yang dibutuhkan agar tidak semakin menunda dampak dari pandemi yang semakin kompleks bagi situasi dunia dan kawasan," ujar Menlu Retno, dikutip dari Kemlu.

Beri Komentar