Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan keterlibatan juga kepedulian banyak pihak terhadap sesama. Pandemi ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pihak tertentu.
" Penyakit yang diderita seseorang akan menjadi penyakit bersama," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin, 16 Agustus .
Jokowi mengatakan pandemi telah mengingatkan untuk lebih peduli kepada sesama. Mengatasi pandemi dengan sendiri tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah.
" Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu-satunya cara," kata dia.
Jokowi mengajak semua pihak untuk saling peduli dan berbagi. Sehingga masalah seberat apapun dapat terselesaikan.
" Kita lewati ujian pandemi dan ujian-ujian lain setelah ini, dengan usaha yang teguh, disertai dengan doa pengharapan yang tulus," ucap Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk lebih mendisiplinkan diri menerapkan protokol kesehatan. Juga saling menjaga dan membantu meringankan beban pandemi bersama.
" Tidak ada orang yang bisa aman dari ancaman Covid-19, selama masih ada yang menderitanya," kata dia.
Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan penyediaan layanan kesehatan dalam penanganan Covid-19 mengalami perkembangan cukup menggembirakan. Meski demikian, Jokowi mengakui kemandirian industri farmasi Indonesia masih menjadi kelemahan serius.
" Kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, disiarkan Sekretariat Presiden.
Namun demikian, Jokowi menyatakan pandemi telah mendorong percepatan pengembangan industri farmasi dalam negeri. Sejumlah inovasi di sektor farmasi dan kesehatan terus bermunjulan.
" Termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan ketersediaan dan keterjangkauan harga obat terus diupayakan. Dia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak yang berusaha mencari keuntungan di tengah penderitaan.
" Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini," kata Jokowi.
Tak hanya itu, Pemerintah mengerahkan semua sumber daya untuk mengamankan pasokan vaksin untuk kebutuhan nasional. Di saat bersamaan, kata Jokowi, Indonesia juga memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua bangsa.
" Sebab, perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi," kata dia.
Dream - Presiden Joko Widodo menganggap krisis, resesi, dan pandemi yang terjadi di Indonesia saat ini ibarat api. Namun pemerintah memastikan takkan pernah menyerah menghadapi kondisi tersebut dengan mengerahkan segala bentuk upaya menuntut kreativitas dan inovasi.
Presiden Joko Widodo menyatakan pandemi mendorong untuk terus berpikir dan belajar. Semata demi menemukan cara-cara baru untuk menekan dampak buruknya.
" Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, disiarkan YouTube DPR RI.
Jokowi mengatakan pandemi memberikan beban cukup berat bahkan penuh risiko. Juga memaksa semua pihak menghadapi ancaman tersebut.
" Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah," ucap Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi menekankan ujian dan asahan ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Pandemi, kata dia, tidak hanya memberikan beban namun juga kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ketika ujian semakin berat, maka asahan akan semakin meningkat. Sehingga kemampuan bangsa semakin kuat dalam menghadapi segala krisis.
" Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya