Pengunjung yang Naik Candi Borobudur Bakal Dibatasi

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 31 Agustus 2019 11:01
Pengunjung yang Naik Candi Borobudur Bakal Dibatasi
Jokowi minta kawasan Borobudur ditata ulang.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membatasi jumlah pengunjung yang naik ke Candi Borobudur. Upaya itu dilakukan karena Candi Borobudur sudah berusia tua.

" Nanti kalau sudah ada kondisi yang betul-betul padat sekali, baru akan ada beberapa (pengunjung) yang boleh naik. Dibatasi. Pasti ada pembatasan itu," kata Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 30 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan, Candi Borobudur merupakan situs bersejarah. Dia tak ingin kondisinya rusak akibat beban pengunjung.

" Sudah, tadi sudah dibicarakan. Karena kan tadi juga sudah ada penurunan dikit (tanah)," ujar dia.

Jokowi mengatakan, pemerintah akan mengembangkan kawasan wisata Borobudur sebagai `Bali Baru`. Dia juga minta penataan infrastruktur di kawasan tersebut.

Dengan penataan, kata dia, diharapkan wisatawan mancanegara banyak berkunjung ke Borobudur.

" Kita mau cek langsung kebutuhan-kebuthan yang ada di lapangan sehingga betul-betul nanti mendukung. Apabila, ada tambahan turis yang masuk betul-betul siap untuk bisa melayani lebih baik para wisatawan," kata dia.

1 dari 4 halaman

5 Penginapan Mewah di Borobudur, Fasilitas Berstandar Internasional

Dream - Siapa yang belum pernah mengunjungi Candi Borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang terletak di Indonesia ini sangat populer dan selalu ramai dipadati wisatawan. Borobudur juga dinobatkan sebagai bangunan dengan koleksi relief Buddha terbanyak di dunia.

Berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, keindahan arsitekturnya nggak perlu diragukan lagi. Dari lantai puncak candi, pengunjung akan disuguhi hamparan pemandangan hijau di kawasan Perbukitan Menoreh.

Tidak berhenti sampai di situ, Candi Borobudur juga dikelilingi penginapan mewah berkelas internasional. Kawasan wisata ini benar-benar komplit dan menjadi idaman para turis. Bahkan salah satu resortnya ada yang berlokasi di tengah hutan lho. Penasaran? Yuk, simak satu per satu!

1. Amanjiwo Luxury Resort

Resort megah pertama yang dijamin bikin kamu kebelet liburan adalah Amanjiwo. Penginapan ini berada di bawah jaringan hotel Aman yang tersohor di seluruh dunia. Lokasinya berada di Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur.

Memang agak jauh dari Candi Borobudur, bahkan letaknya berada di tengah hutan dengan akses yang nggak mudah. Jalan menuju Amanjiwo hanya muat untuk satu motor dan satu mobil.

Tapi begitu sampai di sana, siap-siap terbelalak kagum. Amanjiwo berdiri megah bak istana tersembunyi. Atapnya menyerupai kubah, dengan pilar-pilar kokoh bak kerajaan masa silam. Mau tahu harganya? Tarif termurah dibandrol Rp 10 jutaan per malam! Pesan lewat Reservasi.com bisa mendapatkan diskon lebih murah lho. Cek di sini untuk promo terbaru dari Reservasi.com.

2. Plataran Borobudur Resort & Spa

Selanjutnya ada Plataran Borobudur Resort & Spa yang nggak kalah megah. Harganya masih cukup jauh di bawah Amanjiwo, tapi jangan salah soal fasilitas. Resort yang berada di Desa Tanjungan, Kecamatan Borobudur ini terkenal dengan layanan private pool dan private spa yang istimewa.

Desain tiap kamarnya memadukan sentuhan klasik dan tradisional. Interior kayu mendominasi di tiap sisi. Tarif menginap per malamnya masih cukup ramah kantong, mulai dari Rp 4 jutaan saja untuk fasilitas semewah ini.

3. Plataran Heritage Borobudur

Berada di bawah manajemen yang sama, berdiri pula Plataran Heritage Borobudur yang mengusung konsep seperti hotel pada umumnya. Tapi tentu saja dengan fasilitas yang lebih mewah.

Lokasi Plataran Heritage Borobudur ada di Desa Kretek Karangrejo, Kecamatan Borobudur. Jaraknya sekitar 10 menit berkendara dari Candi Borobudur. Soal harga jelas lebih miring ketimbang Plataran Resort, tarif per malamnya dibandrol harga mulai Rp 2,5 jutaan.

4. Amata Borobudur Resort

Tidak jauh dari Borobudur ada satu candi Buddha lain yang berukuran jauh lebih kecil, yaitu Candi Mendut. Berjarak sekitar 200 meter dari candi ini, Amata Borobudur Resort menjadi destinasi cantik berikutnya yang siap menarik minatmu.

Bangunan utamanya mengadaptasi konsep Joglo, dengan nuansa alami di setiap sisi. Hampir mirip dengan Plataran Resort, Amata Resort juga menawarkan fasilitas spa premium untuk tiap pengunjung. Tarif menginap per malamnya lebih murah lagi, harga terendah dibandrol mulai Rp 1 jutaan.

5. Villa Borobudur Resort

Terakhir ada Villa Borobudur Resort yang lokasinya gak jauh dari Amanjiwo. Fasilitasnya pun sama-sama mewah, tapi dengan harga lebih terjangkau. Resort ini mengusung kosep tradisional Jawa kental di setiap sisinya.

Mulai dari bentuk bangunan hingga hidangan yang disajikan, akan membuat pengunjung semakin mengenal adat budaya Jawa. Pemandangan alam di bagian luarnya tidak perlu diragukan lagi, asri dan hijau dengan kabut dingin yang menyambut setiap pagi.

Meski berada di satu desa yang sama dengan Amanjiwo, tarif menginap per malam di Villa Borobudur dibandrol harga mulai Rp 3,5 jutaan saja. Tidak hanya cocok untuk bulan madu, resort ini juga asyik buat liburan keluarga lho!

Jadi makin ingin liburan kan? Yuk, semangat menabung biar bisa mencicipi langsung sensasi menginap di 5 resort mewah di atas!

2 dari 4 halaman

Ulah Pengunjung Borobudur Bikin Sedih

Dream - Sebagai salah satu cagar budaya, Candi Borobudur menjadi tujuan para wisatawan. Jumlah pengunjung membeludak di hari-hari libur, terutama saat Lebaran.

Sayangnya, ulah wisatawan Borobudur ternyata malah mengundang keluhan. Sebab, mereka tidak memperhatikan adanya aturan yang diterapkan di tempat wisata di Magelang, Jawa Tengah, itu seperti dilarang duduk dan memanjat di stupa.

Perilaku tersebut dikeluhkan oleh pengguna Facebook, KhaTerine Cai. Dia yang berniat menikmati matahari terbenam di Borobudur malah menjadi jengkel.

" Saya sengaja posting pake bahasa Indo aj, biar yg baca juga cuma org Indo jg. Hari ini 29 Jun 2017, pukul 5 sore, saya mengunjungi Borobudur untuk menikmati sunset, tp bukan bikin sy happy, malah bikin stress!! Serius lho..,"  tulis Khaterine, diakses pada Selasa, 4 Juli 2017.

Borobudur© Facebook/KhaTerine Cai

Khaterine mengeluhkan tidak adanya perhatian pada pelestarian Borobudur sebagai bangunan tua dari para wisatawan. Dia khawatir dengan banyaknya wisatawan justru memberikan dampak buruk bagi Borobudur.

" Borobudur itu bangunan tua, kenapa nggak dibatasi manusia yang masuk perhari, ramai banget kayak lautan manusia, semuanya kayak di hutan manjat-manjat di Borobudur. Apakah dia akan bertahan sampai anak cucu kita? Kan bisa dibatasi dari pengelola sehari cuma jual 1000 tiket, atau skalian harga tiketnya yang dimahalkan," tulis Khaterine.

Borobudur© Facebook/KhaTerine Cai

Selain itu, dia juga mengeluhkan para pengunjung yang tidak menaati larangan. Bahkan, para orangtua terkesan membiarkan anak-anaknya memanjat atau duduk di stupa, padahal sudah ada larangan tertulis.

" Ini manusia pada tidak bisa baca? Atau memang tidak peduli? Cuma pentingin mejeng eksis saja ya? Kualitas manusia seperti apa ini, nggak tua nggak muda nggak yang kaya ataupun yang miskin sama saja, tidak menjaga sama sekali. Jelas-jelas ditulis dilarang duduk/manjat, malah sengaja duduk dan manjat di sana," tulis dia.

Borobudur© Facebook/KhaTerine Cai

Sejak diunggah pada Jumat, 30 Juni lalu, keluhan Khaterine telah dibagikan sebanyak 7.172 kali dan mendapat 7.500 Likes.

Tak hanya itu, unggahan tersebut juga mendapat 2.226 komentar dari para pengguna Facebook lainnya.

" Sering banget nemuin kayak gitu.. bukannya nggak ada rasa peduli mau negur atau apa.. kadang kalau kita negur atas kesalahannya yang ada malah galakan mereka.. apalagi kalau mereka rombongan," tulis Fenna Tan.

" Semoga para pengunjung paham akan peraturan yang ada," tulis Rienae Ingidimengerti.

3 dari 4 halaman

Misteri Besar di Balik Bangunan Candi Borobudur Terkuak?

Dream - Temuan baru tentang sebuah peradaban memang selalu menarik diperbincangkan. Begitupula dengan temuan ilmiah tentang jejak peradaban kuno yang sangat dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Ya, Candi Borobudur.

Candi yang begitu berat itu berdiri kokoh tanpa ada satu paku pun juga tertancap di tubuhnya.

Pertanyaan pun selama ini mengemuka; bagaimana membangun Borobudur tanpa menancapkan ratusan paku, untuk mengokohkan pondasinya dan bagaimana batu-batu berat yang membentuk Borobudur itu diangkat ke lokasi pembangunan di atas bukit?

Peneliti Indonesia dari Bandung Fe Institut, mencoba menjawabnya. Menurut mereka, Borobudur dibangun dengan geometri fraktal.

Pendirian megastruktur kuno tersebut adalah dengan menyusun batuan menggunakan pola pengulangan tertentu.

Ternyata kesan rumit Candi Borobudur berangkat dari konsep sederhana. Tanpa hitungan rumit membangun konstruksi seperti zaman sekarang dan diduga tanpa gambar sketsa.

Pembangunnya membuat candi seperti pembatik melukis kain. Dengan pola bentuk berulang untuk mengisi ruang. Namun... Selengkapnya klik di sini. (Ism) 

[crosslink_1]

4 dari 4 halaman

Rahasia Terbaru Candi Borobudur Terkuak!

Dream - Ternyata di kawasan Candi Borobudur terdapat danau purba yang memiliki lebar sekitar 8 kilometer. Dan itu sekitar 10 ribu tahun yang lalu atau Kala Plistosen Akhir.

Danau itu hilang akibat proses alamiah dan non-alamiah karena mengalami proses pendangkalan. Dapat diamati dari material penutup endapan danau yang merupakan hasil dari aktivitas vulkanik, tektonik, gerakan masa tanah dan batuan, serta aktivitas manusia.

Bahkan jejak lingkungan danau juga dapat ditelusuri dari relief candi dan troponin yang menunjukkan adanya lingkungan danau.

Dosen Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Helmy Murwanto memaparkan keberadaan danau purba di sekitar candi Borobudur dapat dikenali melalui singkapan endapan danau berupa lempung hitam yang tersingkap.

Endapan danau yang tersingkap ini diakibatkan oleh proses geomorfologi. Sebaran endapan lempung hitam cukup luas itu ditemui di lembah sungai pacet yang berada di kaki Bukit Tidar, Mertoyudan yang diperkirakan sebagai bagian utara danau, hingga mencapai lembah sungai Sileng kaki pegunungan Menoreh sisi selatan danau.

" Kedua singkapan itu mempunyai jarak sekitar 8 kilometer," kata Helmy dalam ujian promosi doktor di Fakultas Geografi UGM dikutip Dream dari laman UGM.ac.id, Kamis 9 April 2015.

Dari hasil penelitian disertasinya, Helmy mengungkapkan material penutup endapan danau berasal dari material vulkanik dan sedimen dari pegunungan Menoreh.

Didukung hasil interprestasi citra satelit menunjukkan bahwa beberapa tempat merupakan lembah yang menyerupai alur sungai. Lembah tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian. Lembah ini terdapat di sekitar desa Bumisegoro, Pasuruhan, Saitan dan Deyangan.

Adapun perubahan bentuk lahan danau menjadi dataran lakustrin disebabkan oleh aktivitas vulkanik, tektonik, longsoran lahar dan aktivitas manusia.

Pendangkalan danau menjadi dataran lakustrin diakui Helmy tidak berlangsung dalam satu waktu tetapi berkali-kali. Tidak hanya itu, perubahan pola aliran sungai yang mengalir ke danau purba Borobudur terbentuk akibat proses pendangkalan dan pengeringan danau.

Keberadaan jalan lurus penghubung antara Candi Mendut, Pawon dan Borobudur dimungkinkan keberadaannya setelah danau mengalami pengeringan secara sebagian.

" Aktivitas manusia di sekitar candi Borobudur dipengaruhi oleh keberadaan danau. Hal ini terefleksikan dalam relief Candi Borobudur dan troponin di sekitar candi Borobudur,” ujarnya.

Dari hasil pemetaan spasiotemporal, danau ini dibagi menjadi tiga periode yakni Kala Plistosen Akhir, Kala Holosen dan Kala Resen. Pembagian waktu ini didasarkan pada hasil uji umur batuan.

Pada masing-masing Kala tersebut mempunyai luasan danau yang sangat berbeda-beda. Kala Plistosen Akhir atau di atas 10 ribu tahun yang lalu.

" Danau ini sangat luas dan saat itu masih belum terdapat peradaban dan bahkan Candi Borobudur saja belum dibangun," katanya. (Ism) 

Beri Komentar