Kaget! Driver Ojol Antar Makanan Pakai Mobil Audi A6

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 12 April 2020 13:15
Kaget! Driver Ojol Antar Makanan Pakai Mobil Audi A6
Padahal makanan yang dipesan harganya jauh di bawah jutaan.

Dream - Indonesia menerapkan PSBB, sementara negara lain memberlakukan lockdown untuk mencegah penularan virus corona. Kedua langkah ini sama-sama melakukan pembatasan gerak pada masyarakat.

Seperti Malaysia yang menerapkan Movement Control Order (MCO) dan melarang warganya keluar rumah tanpa alasan mendesak. Mereka diminta menggunakan jasa pemesanan online GrabFood untuk membeli makanan agar tidak keluar rumah. n.

Kebijakan MCO membuat Grab Malaysia untuk sementara waktu menghapuskan fitur transportasi dan hanya melayani pengiriman barang serta makanan saja. Pihak Grab Malaysia pun mengerahkan seluruh mitranya baik GrabCar dan GrabBike untuk memenuhi tingginya permintaan GrabFood.

Kebijakan tersebut memang bukan hal istimewa. Tetapi salah satu warga Malaysia mendapat kejutan luar biasa ketika koay teow goreng yang ia pesan diperlakukan khusus.


1 dari 4 halaman

Pesanannya Hanya Rp66 Ribu, Tapi Diantar Mobil Mewah

Seorang pengguna Twitter dengan akun @PejuangJlnLurus mengunggah sebuah cuitan bagaimana kagetnya dia. Makanannya yang hanya berharga 18 ringgit, setara Rp66 ribu diantarkan dengan mobil mewah Audi A6.

" Assalamualaikum dan selamat pagi teman-teman. Pagi ini, sarapan saya diantar oleh pengemudi GrabFood dengan plat double digit Audi A6. Ini sangat hebat!,"  tulisnya dalam sebuah cuitan di Twitter.

Tweet tersebut mendapat 300 retweet lebih dan akhirnya menarik perhatian pihak Grab Malaysia sendiri.

" Kamu adalah salah satu yang beruntung! Terima kasih telah membagikan cerita ini, semoga kamu tetap aman okay?"  tulis @GrabMY

Wah, beruntung sekali ya pria ini bisa mendapatkanan makanan yang diantarkan dengan mobil mewah. Kira-kira di Indonesia ada tidak ya, pelanggan yang makanannya diantar Lamborghini?

Sumber: World of Buzz

2 dari 4 halaman

Cara Malaysia Tetap Gelar Bazaar Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Dream - Tiga wilayah populer Malaysia yaitu Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan secara resmi tidak menggelar bazaar makanan Ramadan tahun ini. Ini lantaran pandemi virus corona yang tengah membayangi Negeri Jiran.

Bazaar makanan Ramadan adalah agenda rutin tahunan yang diadakan seluruh negara bagian. Setiap sudut jalanan ramai oleh pedagag yang menjajakan makanan jadi selama Ramadan.

Pemerintah Malaysia pun mencari cara agar bazaar tetap berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Ini semata membantu masyarakat Muslim yang ingin membeli makanan dan minuman dari pedagang kali lima saat puasa nanti.

Dikutip dari Straits Times, khusus tahun ini, bazaar digelar dengan cara belanja yang berbeda.

Para pengunjung tidak boleh belanja secara langsung, melainkan dengan konsep drive-through atau drive thrupack-pick, dan layanan e-hailing atau pengantaran online.

Nantinya, bazaar digelar dengan kios-kios kecil yang didirikan di seluruh negeri di sepanjang jalan dan di parkiran terbuka.

Bazaar dimulai pada 24 April hingga 10 hari ke depan setelah Malaysia memberlakukan Movement Control Order (MCO) atau lockdown selama sebulan.

3 dari 4 halaman

Tiga Konsep Alternatif Belanja Makanan

Menteri Perbatasan Malaysia, Annuar Musa, pada Rabu 8 April 2020 mengatakan bazaar Ramadan regular resmi dibatalkan di tiga wilayah populer itu. Tetapi pemerintah memberikan tiga alternatif bagi para pedagang.

" Tiga konsep yang ditawarkan untuk penjual yaitu: drive-through, pack-pick, dan layanan e-hailing," jelas Musa.

Daerah perdagangan Malaysia seperti Selangor, Negeri Sembilan dan Terengganu juga melakukan penjualan secara online selama bulan puasa.

Tan Sri Annuar mengatakan konsep drive-thru itu, makanan akan dikemas terlebih dahulu dan akan ada jarak sekitar 20 meter antara masing-masing kios.

" Sistem drive-through akan berlokasi di area di mana jalannya lebar dan sirkulasi lalu lintas tidak membuat penghalang," kata Annuar.

Dia merujuk pada tempat parkir besar Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur dan jalan lebar Boulevard Presint 2 di ibu kota administrasi Putrajaya.

 

4 dari 4 halaman

Batasi Interaksi Lewat Transaksi Online

Untuk konsep " pack-pick" , pelanggan akan melakukan pemesanan secara online yang disediakan oleh otoritas setempat. Pembayarannya dilakukan secara online atau lewat e-wallet.

" Pengumpulan makanan akan dilakukan di tempat-tempat yang ditentukan oleh otoritas setempat sambil memastikan langkah-langkah menjaga jarak sosial dilakukan," jelas Annuar

Untuk metode e-hailing, pemerintah akan mendaftarkan para pedagang ke perusahaan-perusahaan seperti GrabFood dan Foodpanda.

" Pelanggan hanya perlu melakukan pemesanan menggunakan aplikasi dan makanan akan dikirim ke rumah mereka," tambah Annuar

Otoritas setempat mengkoordinasi event besar ini di bawah Kementerian Perbatasan seperti Balai Kota Kuala Lumpur, Putrajaya Corporation dan Labuan Corporation.

" Rincian ketiga konsep akan disesuaikan dengan baik oleh pemerintah setempat," jelas Annuar.

Dia menambahkan insentif juga akan disusun untuk mendorong pedagang menerapkan ketiga strategi baru ini.

Di Malaysia sendiri, kasus Covid-19 telah menembus angka 4.000, dengan 156 kasus positif pada hari Rabu. Jumlah kematian menambah 2, sehingga total jumlah korban tewas menjadi 65 orang.

Beri Komentar