Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Kakek Di Tiongkok, Liang Fusheng, Merogoh Kocek Rp503 Juta Untuk Membangun Mausoleum. (Foto: Oddity Central)
Dream – Seorang pria tua berusia 92 tahun, Liang Fusheng, membangun kuburan dari batu selama 14 tahun. Untuk membangun mausoleum (kuburan yang luas) itu, si pria rela merogoh kocek 260 ribu yuan (Rp503,28 juta).
Dilansir dari Oddity Central, Sabtu 20 Mei 2017, kakek ini ditinggal meninggal istri dan anaknya tiga tahun bertahun-tahun yang lalu. Keduanya meninggal karena sakit.
Alhasil, pria ini hidup sendirian. Liang yang berprofesi sebagai seorang dokter ini membangun mausoleum di sebuah gunung di Hunan, Tiongkok. Dia membayar warga desa untuk membangun mausoleum. Kuburan ini terbuat dari bebatuan yang mulai dibangun sejak tahun 1990 dan selesai 14 tahun kemudian.
Bangunan makam yang luas ini ditujukan untuk dirinya sendiri.

Setelah mausoleum itu selesai, Liang pindah ke sana. Setiap malam, dia selalu tidur di peti matinya, padahal dia masih hidup. Dia mengunci mausoleum dengan lima kunci pengaman. Pria ini tidak mau merepotkan orang lain kalau-kalau dia meninggal.
Bahkan, dia pun mempersiapkan jebakan untuk “ menghalau” orang luar untuk memasuki mausoleumnya selepas dia berpulang. Liang tidak ingin pengunjung terluka. Liang juga tidak lupa meminta warga setempat untuk memasuki mausoelumnya.
Walaupun dia ingin menyendiri, Liang tetap senang hati membantu orang. Dia masih memeriksa kesehatan penduduk setempat dan menuliskan resep bagi pasien. Bahkan, setahun yang lalu, dia menggelar “ pesta perpisahan” dan mengundang orang-orang untuk makan-makan dan minum-minum.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya