Karma Penimbun Ratusan Hand Sanitizer

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Minggu, 3 Mei 2020 04:01
Karma Penimbun Ratusan Hand Sanitizer
Bukannya untung, malah rugi. Begini kisah penimbun ratusan hand sanitizer.

Dream - Di awal pandemi corona Covid-19 muncul di berbagai negara, terjadi panic buying yang menyebabkan masyarakat di hampir seluruh dunia, berbelanja segala bahan pokok secara berlebihan.

Hal itu pun dimanfaatkan para penimbun untuk meraup keuntungan. Mereka membeli berbagai kebutuhan dan menimbunnya dalam jumlah banyak. Lalu menjualnya untuk memperoleh keuntungan.

Beberapa kebutuhan yang juga diburu adalah hand sanitizer dan masker.  Namun ternyata, kondisi itu tak berlangsung lama. Karena pemerintah meningkatkan pasokan kebutuhan.

Akibatnya bukannya untung, para penimbun ini malah rugi besar.

Dilansir dari abc news, dilaporkan ada seorang pria di Adelaide yang berusaha mengembalikan barang senilai ribuan dolar ke supermarket lokal, setelah menimbunnya di awal wabah panic buying. 

Pada awalnya, pria itu mencoba menjual kembali barang-barangnya secara online, namun gagal.

 

 

1 dari 2 halaman

Menimbun Barang Bernilai Rp150 Juta

Ungkap Pakar Mengenai Makanan yang Anda Beli di Supermarket di Tengah Pandemi© MEN

Direktur Drakes Supermarkets, John-Paul Drake mengatakan, pria itu menelepon supermarket untuk mencoba mendapatkan pengembalian uang setelah membeli 132 bungkus tisu toilet dan 150 botol hand sanitizer ukuran satu liter.

Pria itu telah membeli barang bernilai sekitar $10.000 dolar atau sekitar Rp150 juta dengan bantuan " tim penimbun', ketika kepanikan pembelian melonjak sekitar empat minggu lalu.

Penjualan di situs eBay juga ditutup, jadi mereka tidak bisa mengambil untung. Pelaku memiliki tim yang bertugas membeli produk, jumlahnya bahkan mencapai 20 orang.

Penimbunan semacam itu sebagai hal yang memalukan. Menurut Drake, semua supermarket harus bersatu untuk memberi batasan pembelian pada produk-produk seperti tisu toilet dan hand sanitizer selama pandemi corona berlangsung.

 

2 dari 2 halaman

Produksi Kemasan Tisu Lebih Kecil

Drake telah berbicara dengan produsen tisu toilet untuk membuat kemasan yang lebih kecil.

Salah satu pemasok, Sorbent, mulai memproduksi delapan paket dan empat paket. Tetapi yang lain mengatakan membuat paket yang lebih besar adalah metode terbaik pada saat permintaan tinggi.

Pada bulan lalu, pengawas Konsumen Australia, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) membuat aturan perlindungan konsumen dalam menanggapi pandemi corona.

Hal ini memungkinkan supermarket untuk bekerja sama untuk memastikan pembeli bisa mendapatkan makanan dengan harga yang wajar.

Supermarket dan pemasok yang bekerjasama menimbun atau menaikkan harga akan dihukum dan didenda.

Hal itu dilakukan guna memastikan pasokan dan distribusi makanan segar, bahan makanan, dan barang-barang rumah tangga lainnya yang adil dan merata kepada konsumen Australia.

Beri Komentar