Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna mengakui pesawat F-16 TS-1643 yang terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma merupakan pesawat bekas. Pesawat tersebut dibuat antara tahun 1989-1990.
" Pesawat ini kita beli dalam keadaan bekas dan tidak dilengkapi drag suit (rem parasut)," ujar Agus dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis, 16 April 2015.
Agus mengatakan ketiadaan drag suit ternyata menimbulkan dampak begitu besar. Atas hal itu, dia menyatakan drag suit sesegera mungkin akan dipasang, untuk mencegah agar kecelakaan ini tidak terulang pada pesawat lainnya.
" Ini satu evaluasi dari kita. Rencana drag suit akan dipasang bulan ini atau bulan depan. Nantinya kita akan beli baru," kata dia.
Pesawat ini dibeli dari Amerika Serikat seharga US$ 80.000 dolar per unit pada tahun 2014. Insiden pagi tadi membuat TNI AU menyesal mengajukan permohonan pembelian pesawat bekas.
Namun, berdasar penelusuran Dream.co.id, biaya servis dan mendatangkan 24 unit pesawat bekas hibah F-16 itu mencapai US$ 750 juta atau Rp 8,2 triliun dengan asumsi dolar Rp 11 ribu pada saat itu. Jadi, dengan demikian harga riil satu pesawat F-16 bekas yang terbakar itu US$ 31 juta atau Rp 341 miliar. [Lihat: Berapa Harga Satu Pesawat F-16 yang Terbakar }
Padahal, rencananya TNI AU akan menggunakan pesawat ini dalam skuadron pengamanan udara selama Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung nanti. Sehingga, terang Agus, pesawat tersebut akan diganti dengan unit lain sejenis, yang didatangkan dari Pekanbaru.
" Pesawat ini juga sebagai bagian pengamanan udara KAA. Kita langsung ganti yang baru nantinya dari Pekanbaru dengan jenis yang sama. Ketika pesawat ini belum dibeli, juga digunakan sebagai airguard," jelasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya