Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

KSAU Akui F-16 Terbakar Pesawat Bekas

Reporter : Bimo
Kamis, 16 April 2015 17:38
KSAU Akui F-16 Terbakar Pesawat Bekas
Pesawat F-16 TS-1643 dibuat antara tahun 1989-1990. Pemerintah membeli pesawat itu dari Amerika Serikat dengan harga sekitar 80.000 dolar pada tahun 2014.

Dream - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna mengakui pesawat F-16 TS-1643 yang terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma merupakan pesawat bekas. Pesawat tersebut dibuat antara tahun 1989-1990.

" Pesawat ini kita beli dalam keadaan bekas dan tidak dilengkapi drag suit (rem parasut)," ujar Agus dalam konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis, 16 April 2015.

Agus mengatakan ketiadaan drag suit ternyata menimbulkan dampak begitu besar. Atas hal itu, dia menyatakan drag suit sesegera mungkin akan dipasang, untuk mencegah agar kecelakaan ini tidak terulang pada pesawat lainnya.

" Ini satu evaluasi dari kita. Rencana drag suit akan dipasang bulan ini atau bulan depan. Nantinya kita akan beli baru," kata dia.

Pesawat ini dibeli dari Amerika Serikat seharga US$ 80.000 dolar per unit pada tahun 2014. Insiden pagi tadi membuat TNI AU menyesal mengajukan permohonan pembelian pesawat bekas.

Namun, berdasar penelusuran Dream.co.id, biaya servis dan mendatangkan 24 unit pesawat bekas hibah F-16 itu mencapai  US$ 750 juta atau Rp 8,2 triliun dengan asumsi dolar Rp 11 ribu pada saat itu. Jadi, dengan demikian harga riil satu pesawat F-16 bekas yang terbakar itu US$ 31 juta atau  Rp 341 miliar. [Lihat: Berapa Harga Satu Pesawat F-16 yang Terbakar }

Padahal, rencananya TNI AU akan menggunakan pesawat ini dalam skuadron pengamanan udara selama Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung nanti. Sehingga, terang Agus, pesawat tersebut akan diganti dengan unit lain sejenis, yang didatangkan dari Pekanbaru.

" Pesawat ini juga sebagai bagian pengamanan udara KAA. Kita langsung ganti yang baru nantinya dari Pekanbaru dengan jenis yang sama. Ketika pesawat ini belum dibeli, juga digunakan sebagai airguard," jelasnya.

 

Beri Komentar