Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shuttershock)
Dream - Polisi menemukan motif penusukan dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada 24 April 2017. Dari keterangan tersangka R, yang ditangkap di Jawa Timur, penusukan itu dilakukan karena kedua anggota Paspampres itu menggeber motor.
" Merasa tidak terima digeber-geber, lalu sama dia (R) ditegur, 'woi'," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, di Jakarta, Kamis 4 Mei 2017.
Tak terima ditegur, dua anggota Paspampres, Pratu Pasaribu dan Prada Fatah Kudus, menghampiri R. Sempat terjadi cekcok, hingga berujung penusukan terhadap kedua anggota Paspampres itu.
Menurut Suyudi, pelaku penusukan berjumlah tiga orang, semua masih memiliki hubungan kerabat. Saat ini, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang buron.
" Identitas sudah kami ketahui, tim lagi ngejar. Mereka saudara," ujar Suyudi.
© Dream
Dream - Jajaran kepolisian menangkap sati dari tiga tersangka pelaku penusukan dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Pratu Pasaribu dan Prada Fatah Kudus di Jalan Kesehatan, Gambir, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pelaku berinisal R itu ditangkap di suatu daerah di Jawa Timur pada Sabtu, 29 April 2017.
" Sudah kita tangkap tadi malam, ada satu yang kita tangkap," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu, 30 April 2017.
Argo berujar, R merupakan perantau yang mengadu nasib di Jakarta. Di ibukota, R diketahui biasa berjualan es balok di sekitar lokasi kejadian.
" Dia jualan es balok di sekitar situ," ucap Argo.
Dengan penangkapan R, lanjut Argo, polisi akan melakukan pemeriksaan dan mendalami alasan penusukan dua anggota pasukan pengawal presiden itu.
Polisi juga akan terus memburu dua pelaku lainnya yang masih melarikan diri.
Sebelumnya dikabarkan, Pratu Pasaribu dan Prada Fatah distusuk oleh toa orang pria tidak dikenal pada 24 April 2017. Kondisi Pratu Pasaribu pada saat itu mengalami luka tusuk menggunakan obeng di bagian perut kanan dan kirinya.
Sementara Prada Fatah mengalami pendarahan di mulut, menderita lima luka tusuk menggunakan obeng di bagian punggung, lengan belakang dan pinggang belakang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya