Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hijaber Sedang Makan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sebagai manusia kebanyakan, Rasulullah Muhammad SAW juga perlu makan. Bedanya, Rasulullah memiliki kebiasaan begitu mulia terkait makan.
Kebiasaan tersebut menjadi teladan bagi umat Islam yang berkaitan dengan adab. Sebab, dalam cara makan juga terkandung aspek kesopanan dan tata krama.
Salah satu kebiasaan mulia tersebut adalah berdoa sebelum dan sesudah makan. Lain dari itu, masih ada banyak lagi.
Dikutip dari bincangsyariah, Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar menyebutkan ada tiga kebiasaan mulia Rasulullah terkait makan.
Kebiasaan pertama, Rasulullah SAW senang makan bersama-sama. Bahkan pernah terjadi mukjizat saat Rasulullah diundang makan di rumah Abu Thalhah.
Kisah ini termuat dalam kitab Shahih Muslim. Dalam kisah tersebut, Abu Thalhah dan istrinya, Ummu Sulaim, mengundang makan Rasulullah. Undangan tersebut dipenuhi Rasulullah namun tidak sendiri, melainkan bersama 70 sahabat, dalam riwayat lain disebutkan 80 orang.
Rasulullah SAW lalu berkata, " Izinkan sepuluh orang untuk makan." Sebelum masuk, Rasulullah SAW berkata, " Makan dan bacalah nama Allah (Bismillah)."
Para sahabat masuk rumah dan makan secara bergantian setiap sepuluh orang. Begitu terus sampai semua sahabat yang berjumlah 80 orang makan semua.
Kebiasaan kedua, tidak pernah mencela makanan. Rasulullah menyampaikan hal ini di setiap kesempatan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah RA pernah berkata demikian.
" Rasulullah SAW tidak sedikitpun menyampaikan celaan terhadap makanan. Kalau beliau berselera, beliau makan. Jika tidak, dia tinggalkan."
Rasulullah juga pernah menolak makanan karena tidak suka. Seperti ketika disuguhi dhabb atau kadal Arab.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW ditanya para sahabat apakah dhabb haram sehingga Rasulullah tidak mau memakannya. Rasulullah kemudian bersabda,
" Tidak! Hanya saja hewan ini tidak ada di tanah kaumku. Maka saya merasa enggan untuk memakannya."
Kebiasaan ketiga, mendahulukan kaum lemah dan terpinggirkan yang belum makan. Seperti dalam riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.
" Jabir bin Abdullah RA berkata, 'Rasulullah SAW pernah mengajak makan orang kusta. Mereka sama-sama makan di atas qash'ah (wadah makanan) lalu makan bersama-sama. Rasulullah SAW berkata, 'Makan, baca bismillah, percaya dan berserahlah hanya kepada-Nya!"
(ism, Sumber: bincangsyariah.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya