JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ponari (kiri), Sinin (kanan), Foto: Merdeka.com
Dream - Aneh dan tak wajar, mungkin itu yang terlintas di benak begitu melihat fenomena yang membuat gempar masyarakat.
Sebut saja kisah Ponari, si dukun cilik yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit berkat batu ajaibnya. Kemudian seorang gadis yang tidak mengeluarkan airmata saat menangis, melainkan kristal.
Dan yang terbaru adalah seorang lelaki yang dapat bertelur. Namun setelah diselidiki, ternyata semua itu hanya isap jempol belaka alias bohong.
Entah apa motivasi dari orang-orang ini hingga menciptakan kegemparan bagi masyarakat. Berikut usulan kisah mereka yang dirangkum Merdeka.com. Cek halaman berikut!
© Dream
Dream - Sinin yang akrab disapa Kong Naim, warga Penjaringan, Jakarta Utara sempat membuat heboh publik, lantaran mengaku bisa bertelur.
Sinin, pria 62 tahun yang bekerja sebagai operator di perusahaan percetakan ini awalnya mengaku kejadian ia bertelur bukan yang pertama.
Sebelumnya, dia pernah 'bertelur' pada 1998. Bahkan jumlah telur yang dikeluarkan sebanyak 202 butir. Telur-telur itu seringkali diambil warga sekitar.
Namun teka-teki pria bertelur itu terbongkar sudah. Ternyata, Sinin berbohong. Aksi tipu-tipu itu terbongkar setelah Dinas Kesehatan Jakarta memeriksa Sinin di RSUD Koja. Dari hasil rekam medis menunjukkan hasil negatif.
Sinin dinyatakan normal dan tidak ditemukan penyakit apa pun. Petuga medis menduga Sinin memliki gangguan perilaku.
Rekam medis itu juga diperkuat dengan tes dari balai pengujian mutu dan balai sertifikasi hewan di Bogor selama satu hari. Sampel telur milik Sinin ternyata telur ayam kampung yang sudah tiga minggu. (Ism)
© Dream
Dream - Fenomena air mata kristal Tina Agustina (19) juga pernah membuat geger masyarakat. Terlebih fenomena itu adalah kali pertama di Indonesia.
Namun, setelah pemeriksaan dilakukan Rumah Sakit Mata Cicendo dan Badan Geologi Kementrian ESDM, hasilnya menyatakan tidak ada kelainan dari Tina.
Hasil pemeriksaan medis terhadap Tina dan secara ilmiah terhadap batu mirip kristal yang keluar dari matanya, membuktikan bahwa air mata kristal tidak berasal dari tubuh Tina.
Disimpulkan bahwa material air mata kristal itu merupakan material sintetis yang telah diproses. Jadi bukan hasil produksi tubuh manusia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menyampaikan bila hal ini adalah penipuan dan ada pihak yang merasa merasa dirugikan, polisi pasti akan segera menindaklanjuti.
Polisi, kata Martinus tidak bisa menghalang-halangi keinginan masyarakat yang ingin melihat Tina dan air matanya. Tapi semoga masyarakat bisa memberikan penilaian sendiri. (Ism)
© Dream
Dream - Kabar kesaktian Ponari menyebar sampai ke segala penjuru wilayah Indonesia. Orang-orang berbondong ke rumah si bocah demi mendapatkan celupan batu sakti miliknya.
Pasien harus mengantre untuk mendapatkan celupan batu petir (bentuk batu itu sama dengan batu-batu yang kita lihat di sungai), ke dalam air putih yang dibawa.
Panjang antrean berkilo-kilometer dan jumlah pengantre ditaksir sempat mencapai 30 ribu lebih. Sementara pasien yang sudah meminum air batu celup sebanyak 11 ribu orang.
Akibat berdesak-desakan mengantre jatuh korban 4 orang tewas. Kepolisian sempat menutup praktik Ponari beberapa hari tetapi diizinkan buka kembali karena pasien yang datang dari berbagai kota terlanjur menyemut.
Konon pengobatan itu gratis hanya disediakan kotak sumbangan sukarela yang setiap hari diperoleh uang lebih kurang 50 juta rupiah.
Kepopuleran Ponari sempat meredup karena dinilai kesaktian batunya sudah menghilang. Menurut psikolog, kesaktian itu hilang karena sugesti mengenai batu sakti tersebut sudah berkurang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
