6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pitman Dan Pat (Daily Mail)
Dream - Inilah salah satu pasangan paling romantis dunia. George Pitman dan Pat. Pasangan asal Middlesbrough, North Yorkshire, Inggris. Keduanya meninggal di hari yang sama. Yang membuat banyak orang haru, Pitman meninggal 21 jam setelah berbisik kepada jenazah Pat: “ Tutuplah matamu, aku menyusulmu.”
Sejak sakit paru-paru Pat memburuk dan masuk Rumah Sakit Universitas North Tees, Cleveland, 13 November silam, Pitman selalu berada di samping istrinya. Pitman sebenarnya sudah diingatkan untuk beristirahat karena kondisinya terus memburuk bahkan tak kalah buruk dibanding Pat.
Namun pria lebih memilih menemani istri yang telah dinikainya selama 55 tahun itu. Bahkan jemarinya tak pernah lepas menggenggam tangan Pat. Kisah ini dikutip Dream dari Daily Mail, Jumat 28 November 2014.
Para perawat terpaksa menyediakan tempat tidur untuk pensiunan masinis lori ini. Sebab, Pitman menolak berpindah rumah sakit untuk mendapat perawatan khusus terkait penyakitnya. Dia memilih setia di sisi sang istri yang seusia dengannya itu.
“ Mereka melewatkan seluruh hidupnya tanpa terpisahkan, sehingga ini adalah yang mereka inginkan,” tutur anak tertua mereka, Jacquelin Gofton.
“ Jika mereka diberi pilihan, cara ini merupakan jalan yang mereka pilih. Ayah meninggal karena patah hati. Ini tak bisa dipercaya bagaimana ini bisa terjadi,” tambah perempuan berusia 55 tahun itu.
Pitman dan Pat yang sama-sama berusia 77 tahun itu bersatu setelah bertemu dalam sebuah ‘kencan buta’. Keduanya lantas menikah pada 1959. Setelah bertemu dengan Pat, Pitman pergi ke Hongkong untuk sebuah penugasan dari negara. Kala itu, Pitman menulis surat dan mengirim hadiah untuk Pat setiap minggunya.
“ Mereka benar-benar tak bisa berpisah, mereka tak pernah berpisah. Ini cocok ketika mereka meninggal bersama,” kata Angela Goul, putri ke tiga Pitman dan Pat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
