Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Atlet Jalan Cepat Terkapar (Asia One)
Dream - Bagi para atlet jalan cepat 50 kilometer Asian Games 2018, bisa menyentuh garis finish adalah anugerah. Sebab, mereka bertanding di tengah cuaca Jakarta yang terik pada Kamis, 30 Agustus 2018.
Banyak atlet yang akhirnya berjatuhan akibat kelelahan. Tim medis segera melakukan pertolongan pertama dengan memberikan air minum.
Terjadinya situasi buruk ini diakui oleh atlet Indonesia, Hendro. Dia jatuh setelah berjalan cepat selamat 4,5 jam pada suhu udara 31 derajat celcius. Capaian angka di cabang olahraga ini menjadi yang paling lambat dalam tiga dekade penyelenggaraan Asian Games, dikutip dari Asia One.
Setelah meminum air dingin, Hendro dilarikan ke posko kesehatan. Dia merintih menahan rasa sakit.
" Perlombaan jadi sangat sulit, cuaca panas, udara kering dan polusi," kata Hendro setelah agak pulih.
Hendro mengakui begitu sulitnya mencapai garis finish. Bahkan dia berpikir bisa sampai di ujung lintasan merupakan keajaiban.
" Ini keajaiban buat saya," kata Hendro.
Dream - Atlet jalan cepat Jepang, Hayato Katsuki, meraih medali emas pada cabang olahraga ini dengan catatan waktu 4 jam 3 menit 30 detik, lebih lambat 23 menit dari Asian Games sebelumnya.
Dia sampai melubangi rompinya agar udara bisa masuk dan mengurangi panas tubuh.
Posisi kedua ditempati atlet Jepang, Satoshi Maruo, yang 10 menit lebih lambat dari rival senegaranya. Dia sampai harus mengatur langkah agar bisa sampai finish, namun terjatuh pada 10 kilometer terakhir.
" Panas sekali. Pejalan di depan bergerak begitu cepat di awal tapi saya stabil karena saya tahu mereka akan melambat," kata Katsuki.
Katsuki memang sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi. " Saya sampai membuat sobekan di rompi agar udara mengalir," ucap dia.
Catatan waktu kemenangan olahraga ini jauh lebih lambat dibandingkan saat Asian Games 1990 di Beijing, Cina. Bahkan ada tiga atlet yang tidak sanggup mencapai finish.
Hendro mendapatkan sorakan dan tepuk tangan dari penonton meski kesempatan meraih medali sudah lenyap. Dia mencapai finish dengan catatan waktu 4 jam 32 menit dan 20 detik.
Dream - Final jalan cepat kali ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hendro. Selain mengalami kesulitan bernapas, Hendro juga harus bertahan dari cedera ligamen di lutut kanannya.
" Sakit sekali. Saya hanya berpikir harus sampai finish," kata Hendro.
Hendro mengaku berlaga di cabang olahraga jalan cepat 50 km adalah kali pertama baginya. Dia tidak ingin membuat pelatih kecewa.
" Saya bangga pada para pendukung, mereka datang ke sini untuk mendukung saya," kata Hendro.
Meski begitu, Hendro menyarankan sebaiknya ajang olahraga ini digelar jauh dari Jakarta. Menurut dia, lebih baik di luar Pulau Jawa.
" Tidak ada pohon di sini, semuanya gedung," kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya