Ketika Santri Ungkap Rahasia Menghafal Alquran dan Tak Cepat Lupa

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Juli 2019 16:01
Ketika Santri Ungkap Rahasia Menghafal Alquran dan Tak Cepat Lupa
Masing-masing santri ini punya metodenya sendiri-sendiri.

Dream - Alquran bukan sekadar bacaan. Di dalamnya terdapat banyak sekali pedoman hidup bagi manusia terutama umat Islam.

Bisa menghafal Alquran, apalagi jika bisa genap 30 juz merupakan keinginan dari setiap Muslim. Ini karena janji Allah memberikan keberkahan hidup bagii mereka yang mau menghafal setiap ayat Alquran.

Hal itulah yang menjadi penyemangat para santri Pesantren Takhasus Cinagara, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Mereka rela bersusah payah demi meriah keberkahan Alquran dengan menghafalnya.

Tentu, setiap santri memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghafal Alquran. Alhasil, metode para santri di pesantren di bawah binaan PPPA Daarul Quran tidak sama antara satu dengan lainnya.

 

1 dari 5 halaman

Metode Tiap Santri Berbeda

Seperti dituturkan Muammar Saddam. Santri yang telah hafal 30 juz Alquran ini memakai metode sesuai kemampuannya.

" Sebenarnya nggak semua sama sih, karena setiap orang memiliki kemampuan masing-masing, jadi metodenya tergantung setiap santrinya," kata Saddam dalam video yang diunggah di akun Instagram @daarul_quran, diakses pada Kamis 18 Juli 2019.

Santri tahfiz 30 juz lainnya, Ahmad Faza, menuturkan metodenya menghafal Alquran dengan cara mengulang satu ayat sampai beberapa kali.

" Satu ayat itu diulang-ulang, sambil dibayangkan ayatnya," kata Faza.

 

2 dari 5 halaman

Baca Sampai Satu Waqof

Faza mengatakan pengulangan ayat dilakukan antara 10 sampai 15 kali. " Baru nanti lanjut ke ayat selanjutnya," ucap dia.

Berbeda dengan Najib. Santri tahfiz 30 Juz ini juga punya metode sendiri dalam menghafal Alquran.

Najib kerap membaca Alquran hingga satu waqof (tanda untuk berhenti dalam Alquran). Dia lalu mengulanginya minimal sampai tiga kali.

" Terus kita coba tutup, kalau lupa kita buka lagi," kata Najib.

Meski susah payah, para santri ini tidak patah semangat dalam menghafal Alquran. Mereka pun mengajak umat Islam untuk juga menjadi hafiz.

3 dari 5 halaman

Berikan Beasiswa Tahfiz Quran, D'Masiv Lelang Barang Kesayangan

Dream - Grup musik D'Masiv menggelar lelang barang kesayangan mereka saat menggelar konser amal di Kampus 3 IAIN Salatiga. Hasil lelang barang tersebut dimanfaatkan untuk beasiswa bagi para santri tahfiz Alquran.

" Manggung di IAIN Salatiga, lelang kaus yang pernah saya pakai beberapa kali buat manggung. Dan dibeli dengan harga Rp10 juta. Sepatu kesayangan Kiki (Gitaris D'Masiv) laku Rp1 juta. Semua akan disumbangkan untuk pembangunan rumah tahfizh dan beasiswa untuk para penghafal Al-Qur'an. @daarul_quran," tulis vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta.

 D'Masiv

Lelang tersebut dilaksanakan bersamaan dengan tabligh akbar dengan tema " Harmoni Cinta untuk Indonesia" pada Minggu, 7 Juli 2019 yang juga menghadirkan Syeikh Muhammad Jabeer sebagai penceramah.

Masyarakat Salatiga begitu antusias mengikuti lelang ini. Mereka bahkan turut bersedekah yang disalurkan kepada panitia lelang.

 D'Masiv

Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Semarang, M. Nur Fauzan, bersyukur pelaksanaan konser amal ini mendapat respon positif dari masyarakat. Sejumlah tokoh dan institusi turut memberikan donasi lewat konser ini, seperti Wakil Rektor IAIN Salatiga, kepolisian, Direktur PDAM serta Dinas Pariwisata Kota Salatiga.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp75 juta. Fauzan pun menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah terlibat memberikan donasi lewat tabligh akbar tersebut.

" Semoga Allah memberikan keberkahan dan melimpahkan segala kebaikan untuk kita semua," kata Fauzan.

 D'Masiv

Dalam kesempatan ini, Syeikh Muhammad Jabeer mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Alquran. Adik Syeikh Ali Jabeer ini menjelaskan setiap huruf Alquran yang dibaca mengandung satu kebaikan.

" Bila satu ayat, satu halaman, hingga satu juz, maka akan mendapatkan kebaikan berlipat-lipat," kata Syeikh Muhammad Jabeer.

4 dari 5 halaman

Tekad Kuat Nenek 81 Tahun Jadi Hafizah Alquran

Dream - Suasana di Rumah Tahfiz Kayanahu, Bandung, Jawa Barat tampak berbeda pada Sabtu pekan lalu. Semua orang tampak sibuk.

Ada yang membuka Alquran sebentar, lalu menutup kembali dan mencoba menghafal apa yang baru saja dibaca. Sementara beberapa orang duduk menghadap meja pendek.

Rumah Tahfiz Kayanahu tengah punya hajatan ujian tahfiz Alquran. Ujian ini dilaksanakan sebagai persiapan mengikuti gelaran Wisuda Akbar Rumah Tahfiz ke-9 yang merupakan agenda rutin PPPA Daarul Quran.

Ujian tersebut diikuti sejumlah peserta dengan latar belakang beragam usia. Mulai dari anak-anak hingga para jompo.

Salah satu peserta yang mengikuti ujian ini adalah Masrium. Usianya yang sudah mencapai 81 tahun tidak menjadi penghalang Nenek Masrium untuk menjadi tahfiz.

Nenek Masrium memulai ujiannya dengan melafalkan hafalan Surat An Naba. Satu demi satu surat dia baca hingga genap juz 30. Ujian tersebut dia tutup dengan Surat An Nas.

" Nenek Masrium baca satu juz penuh, walau beberapa kali ada yang lupa," ujar Koordinator Daerah Rumah Tahfiz Center wilayah Bandung, Ustaz Irfan Sholahuddin, melalui keterangan tertulis Daarul Quran diterima Dream, Kamis 21 Februari 2019.

 

5 dari 5 halaman

Peserta Bocah 5 Tahun

Selain Nenek Masrium, ada lagi peserta ujian yang juga mengagumkan. Dia adalah Labiqa Alzena Kayyis.

Usia santriwati Rumah Tahfiz Mahkota Bunda ini masih 5 tahun. Tetapi bocah perempuan ini sudah menghafal seluruh surat dalam juz 30.

" Labiqa mengikuti ujian tahfiz kategori satu juz yakni juz 30," kata Irfan.

Seluruh santri tampak bersemangat mengikuti ujian ini. Tidak peduli usia, mereka punya tekad kuat menjadi penghafal Alquran. (ism)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya