Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ibu Dan Anak. (Foto: Pixabay)
Dream - Melahirkan adalah sebuah proses yang menyakitkan sekaligus membahayakan bagi seorang ibu. Jika tidak berjalan normal, maka nyawa jadi taruhan.
Perjuangan seorang ibu tak hanya sampai persalinan saja. Pasca melahirkan juga bisa muncul masalah baru.
Baru-baru ini, seorang ibu di Malaysia tiba-tiba menjadi lumpuh setelah melahirkan putrinya empat bulan lalu.
Karena komplikasi selama persalinan, Norazlina Hasan, 42 tahun, hanya bisa terbaring kaku di tempat tidurnya.
Dia hanya mengandalkan susu yang dimasukkan melalui tabung untuk makan sehari-hari.
Sejak Norazlina lumpuh, putrinya Nor Amalina Eliya Ibrahim tidak bisa menyusu ASI.
Setiap kali Amalina ditaruh di pangkuannya, Norazlina hanya bisa menangis karena tidak bisa menyusui.
Wanita yang tinggal di Kampung Laut 1 itu badannya kaku dan tidak bisa bicara.
Kini, Norazlina mengandalkan anak sulungnya, Nur Fatin Shahira, untuk membesarkan adiknya.
Nur Fatin terpaksa berhenti bekerja di Petaling Jaya, Selangor, untuk mengurus ibu dan adiknya.
Menurut gadis 22 tahun itu, sejak lahir hingga sekarang, adiknya tidak pernah mendapat ASI dari ibunya.
" Adik dibesarkan dengan susu formula karena ibu tidak sadarkan diri ketika melahirkan Amalina," kata Nur Fatin.
Nur Fatin bercerita jantung ibunya berhenti seketika saat dibius selama operasi untuk melahirkan adiknya.
" Bekas luka lama saat melahirkan tujuh tahun yang lalu mengalami pendarahan," tambah Nur Fatin.
Namun Nur Fatin bersyukur adik dan ibunya dapat diselamatkan. Meski ibunya sekarang lumpuh sekujur badan akibat komplikasi selama persalinan.
Nur Fatin mengatakan ibunya menderita stroke dan diabetes selama awal kehamilan adik perempuannya.
" Pada saat itu ibu tidak tahu sedang hamil. Karena ada gumpalan darah di kepala, ibu menjalani pemindaian. Waktu perawatan stroke itulah dokter mengetahui ibu sedang hamil," katanya.
Namun serangan stroke itu tidak mempengaruhi kandungan ibunya hingga akhirnya melahirkan empat bulan yang lalu.
" Karena sakit, ibu melahirkan lebih awal dari perkiraan. Setelah dibawa ke rumah sakit, ibu dioperasi dua hari kemudian," katanya.
Nur Fatin mengambil alih tugas mengurus ibu dan adiknya karena ayahnya, Ibrahim Ab Tashid, 45 tahun, harus bekerja untuk membiayai keluarga.
(Sah, Sumber: Sinar Harian)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya