Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketum MUI Ma'ruf Amin Menyampaikan Pesan Idul Fitri 2018 (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Ma'ruf: hindari pula sebarkan informasi mengadu domba dan memunculkan fitnah.
Dream - Umat Muslim di seluruh dunia beberapa hari lagi akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2018. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Lebaran dapat menjadi momen titik balik perdamaian di masyarakat.
"Insya Allah kita akan merayakan Idul Fitri pada hari Jumat, 15 Juni 2018," ujar Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, di kantornya, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018.
Untuk meminimalisir ketegangan menjelang Pilkada 2018, MUI mengimbau kepada para khotib Idul Fitri agar tidak memberikan khutbah bernuansa politik.
"Jangan jadikan tema-tema khutbah dijadikan sebagai ajang kampanye politik praktis," ucap Ma'ruf.
Selain itu, tema khutbah juga jangan sampai mengandung unsur terorisme, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dan segala bentuk perbuatan negatif lain.
Ma'ruf mengimbau masyarakat tak menyebarkan berita atau informasi hoaks, ghibah, fitnah, namimah (adu domba), aib, dan ujaran kebencian di media sosial. Dia juga berharap, pemerintah memberikan keamanan umat Islam dalam beribadah.
"Mengharapkan kepada pemerintah khususnya pihak kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri," kata dia.
(Sah)