Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Wafatnya Mantan Ketua Umum PBNU, KH Ahmad Hasyim Muzadi, membuat banyak orang merasa kehilangan. Tidak terkecuali para tokoh nasional negeri ini.
Banyak tokoh yang mengenal Kiai Hasyim sebagai ulama kharismatik dan moderat. Tak hanya itu, Hasyim dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan bangsa dan negara.
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, misalnya. Dia mengaku merasa sangat kehilangan sosok Kiai Hasyim, yang baginya merupakan seorang guru bangsa. Kiai Hasyim banyak mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam kebangsaan dan keagamaan.
" Ini bukan sesuatu yang sederhana untuk sebuah negara besar seperti Indonesia. Beliau juga menyampaikan hubungan antara mayoritas-minoritas. Bagaimana mayoritas melindungi yang minoritas, dan minoritas juga menghormati yang mayoritas," ujar Khofifah di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Kamis 16 Maret 2017.

Hal senada disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. Bagi Hidayat, Kiai Hasyim banyak mengajarkan dan menyebarkan citra Islam yang ramah dan moderat ke dunia internasional.
Dalan kesempatan terakhir bertemu Kiai Hasyim, Hidayat mengaku terkesan dengan ceramah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu tentang Islam dan bernegara.
" Waktu itu ada kumpul alumni Pesantren Gontor, dalam posisi Wantimpres beliau memberikan ceramah yang luar biasa," kata Hidayat.

Kesan serupa disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nazaruddin Umar. Menurut Nazaruddin, nama dan pemikiran Hasyim begitu dihormati di dunia internasional.
" Jadi kami punya dua orang yang sangat terkenal di luar (negeri), Abdurrachman Wahid atau Gus Dur dan KH. Hasyim Muzadi. Nah, dua-duanya kita kehilangan. Membutuhkan waktu untuk melahirkan sosok-sosok seperti beliau," kata Nasaruddin.

Dalam pantauan Dream, selain beberapa nama tadi, ada banyak tokoh nasional yang hadir melayat ke rumah duka. Mereka seperti istri almarhum Gus Dur, Shinta Nuriah Wahid, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya