Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Presiden Jokowi Menemui Pengurus JBMI (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo akan menghadiri Silatuhim Nasional (Silatnas) Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) pada 24 hingga 25 Maret di Mandailing Natal. Bersamaan dengan acara ini, Jokowi dijadwalkan akan meresmikan tugu titik nol kilometer sebagai prasasti awal mula Islam di Nusantara, yang berlokasi di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
" Insya Allah, (beliau) bersedia hadir dan menginap nanti di pesantren di sana, Pondok Pesantren Musthafawiyah di Mandailing Natal," ujar Ketua JBMI, KH Ali Akbar Marbun, usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, sebagaimana dikutip dari setkab.go.id, Rabu 15 Maret 2017.
Ali mengatakan, Jokowi akan menginap di pesantren bersejarah di Mandailing Natal. " Insya Allah salah satu pesantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara, muridnya sekitar 12.000 orang," tambah dia.
Ketua DPP JBMI, Albiner Sitompul, mengatakan, agenda silatnas ini akan digabung dengan peresmian tugu Nol KM. Mengutip pandangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Albiner mengatakan Barus adalah gerbang masuknya Islam ke kawasan Nusantara sehingga perlu diberikan penanda khusus.
" Konsep yang kami kembangkan, yang kami bawa adalah sesuai dengan tema, Indonesia Martangiang, artinya berdoa dalam kesepakatan terhadap perbedaan, kebersamaan, persaudaraan menuju Indonesia Gemilang," kata Albiner.