Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Idul Fitri menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk kembali menguatkan ukhuwah. Karena itu, sejumlah tokoh berharap para khatib Idul Fitri tidak menyampaikan materi khotbah yang dapat memecah belah umat.
Salah satu tokoh yang menyampaikan pesan tersebut adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Ma'ruf mengimbau para khatib menyampaikan pesan-pesan perdamaian untuk mempererat ukhuwah Islamiah.
" Saya berharap para khatib Idul fitri di seluruh Indonesia membawa kesejukan, kedamaian, mengajak mempererat ukhuwah Islamiah, dan merekatkan seluruh bangsa," kata Ma'ruf di kantor Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018.
Ma'ruf meminta para khatib tak menyampaikan pesan khutbah bernada provokasi. Selain itu, khutbah yang disampaikan tidak ditarik ke wilayah politik praktis.
" Sebab dalam jemaah kita itu warna politiknya bermacam-macam," ujar dia.
Senada dengan Ma'ruf, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar berharap pesan serupa dapat tersampaikan. Dia berprasangka baik, para khatib yang ditunjuk merupakan orang-orang pilihan.
" Ya saya khusnudzon saja. Hari gini jangan nekat lah. Hahaha," kata Nasaruddin.
Nasaruddin menilai masyarakat sudah pandai dalam memilih khatib. Sehingga, khatib yang menggaungkan semangat perpecahan dapat diminimalisir.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik imbauan yang disampaikan MUI. Dia menilai, pesan itu tak hanya ditujukan kepada para khatib, melainkan juga pada umat manusia agar menebarkan kedamaian, kasih sayang, dan kemaslahatan bersama tanpa memandang latar belakang.
" Oleh karenanya khotbah-khotbah itu harus betul-betul memanusiakan manusia, bukan justru karena suatu kepentingan lalu kemudian antar sesama kita saling menegasikan saling menafikan," ujar Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya