Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak-anak Membawa Obor Sebagai Persiapan Malam Takbiran (Foto: Shutterstock)
Dream - Lebaran bukan hanya momen istimewa bagi umat Islam. Saat lebaran terdapat juga tradisi masyarakat yang harus dilestarikan.
Di Pasuruan terkenal tradisi Ski Lot, adapun di beberapa lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur terkenal kegiatan Lebaran Ketupat, serta di pesisir utara Jawa terkenal dengan tradisi Syawalan.
1. Ski Lot
Ski Lot merupakan tradisi di Pantai Utara, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini ditandai dengan dengan kegiatan berseluncur di atas lumpur dan celot di tambak menggunakan papan seluncur.
Tradisi Sky Lot ini telah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Biasanya, kegiatan ini dikerjakan hari ketujuh setelah Lebaran.
Selain sebagai hiburan, lomba ski di atas lumpur ini kerap menjadi ajang silaturahmi antar warga.
2. Lebaran Ketupat
Hampir di berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah megnenal tradisi ini. Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat, biasanya digelar sepekan setelah Lebaran.
Perayan Lebaran Ketupat dilakukan baik warga kampung maupun antar sanak saudara. Kegiatan ini, selain mempererat silaturahmi, juga sebagai penanda kebersamaan dan kasih sayang.
Dalam beberapa literatur, kegiatan ini merupakan simbol perayaan Hari Raya Islam pada masa pemerintahan Demak. Ditulis NUOnline, Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan Sunan Kalijaga.
Dalam istilah bahasa Jawa, ketupat dapat diartikan sebagai `ngaku lepat` (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).
3. Syawalan
Selain dua tradisi itu ada pula tradisi Syawalan. Pada dasarnya kegiatan Syawalan merupakan rangkaian kegiatan Lebaran Kupat.
Tetapi, di beberapa daerah, misalnya di Pekalongan, Jawa Tengah, kegiatan ini ditandai dengan pemotongan Lopis Raksasa.
Berbeda lagi ketika di Kaliwungu, Kendal. Kegiatan Syawalan diperingati bertepatan meninggalnya ulama Kaliwungu, Kyai Asy'ari, pada 8 Syawal.
Sementara itu, di Rembang, perayaan Syawalan dibarengi dengan kegiatan pawai miniatur kapal nelayan berisi sejumlah jajanan pasar keliling kota. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya