Kisah Pria yang Selamat dari Reynhard Sinaga

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 15 Januari 2020 13:00
Kisah Pria yang Selamat dari Reynhard Sinaga
Dia bercerita mengenai keberuntungan dapat lolos dan tak pergi ke flat Reynhard.

Dream - Seorang calon korban pelecehan seksual Reynhard Sinaga buka suara. Pria bernama Michael Crompton itu menceritakan pengalamannya nyaris terbuai rayuan Reynhard Sinaga sehingga tidak menjadi korban pemerkosaan.

Crompton mengaku pergi ke flat Reynhard untuk mengisi daya telepon. Menurut dia, Reynhard merupakan sosok yang aneh. Dia mendengar sesuatu yang memintanya segera pergi dari flat tersebut.

 Michael Crompton (kiri)© BBC

Michael Crompton (kiri)

Crompton, seorang teknisi pencahayaan dari Whitefield, Greater Manchester, bertemu dengan mahasiswa pascasarjana asal Indonesia itu pada dinihari.

" Saya terpisah dari teman-teman dan membutuhkan pengisi daya telepon," kata Crompton, dikutip dari BBC, Selasa 14 Januari 2019.

" Saya pikir itu agak aneh bahwa dia menawarkan kepada saya untuk pergi ke flatnya tetapi dia tampak sangat kecil dan tidak ofensif sehingga saya pikir saya tidak akan memiliki masalah jika saya harus ke sana," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Ruangan yang Tertata Rapi

Crompton pun pergi ke flat milik Reynhard. Di sana, dia melihat ruangan yang tertata rapi.

" Dia menawari saya minuman, tetapi saya pikir itu agak aneh bahwa dia mabuk pada waktu itu sehingga saya menolaknya," kata dia.

" Sesuatu memberitahuku bahwa aku harus keluar dari sana. Ponselku sudah diisi daya, jadi aku pergi. Tapi aku melihat ke belakang dan berpikir betapa beruntungnya aku melarikan diri," ujar dia.

Reynhard memikat para pria muda ke apartemennya di Manchester, tempat dia mencampur minuman dan melecehkan mereka ketika terbaring tak sadarkan diri. Dia dihukum karena 136 perkosaan dan dipenjara selama setidaknya 30 tahun.

2 dari 5 halaman

Perkosa 48 Pria di Inggris, Bagaimana Catatan Kriminal Reynhard di Indonesia?

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, mengatakan bahwa polisi tengah mencari tahu catatan kriminal Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, Warga Negara Indonesia yang memerkosa 48 pria di Inggris.

" (Catatan kriminal) Sedang kami cek ya," kata Argo, dikutip dari , Selasa 7 Januari 2020.

Menurut Argo, polisi akan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London untuk memeriksa catatan kriminal Reynhard.

Namun, tambah dia, dari data yang didapat, sejauh ini belum ada laporan pemerkosaan yang dilakukan Reynhard saat di Indonesia.

" Kita cek di data file tidak ada (catatan kriminal) yang bersangkutan," ujar Argo.

3 dari 5 halaman

Sosok Reynhard Sinaga, WNI Pemerkosa 48 Pria di Inggris

Dream - Nama warga negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga menjadi pembicaraan dunia internasional. Pria berwajah kalem ini ternyata menyimpan sifat mengejutkan. Dia ditetapkan sebagai pelaku pemerkosaan terhadap puluhan orang pria yang dilakukannya sejak 2017.

Laman berita Manchester Evening News menyebut sosok Reynhard sebagai sosok yang mahasiswa yang punya latar belakang istimewa.

Seorang detektif menyebut Reynhard sebagai sosipat, sosok yang menampilkan perilaku anti sosial dan tak bisa berempati kepada orang lain.

" Selama wawancara dia menyatakan ‘tidak ada komentar’," kata detektif tersebut.

" Dia tidak menunjukkan penyesalan, tidak ada penyesalan, tidak ada empati, tidak ada simpati," ucap dia menambahkan.

Penyidik senior dalam kasus ini, detektif Inspektur, Zed Ali mengatakan, sosok Reynhard berpenampilan baik dan rapi. " Tutur katanya lembut," kata Ali.

4 dari 5 halaman

Tumbuh Dalam Keluarga Konservatif

Ali mengatakan, sosok semacam Reynhard akan berbeda dengan stereotip pemerkosa berantai. Dia mampu mengecoh pandangan tersebut.

" Dia tidak cocok dengan profil itu, yang menurut saya, dia berhasil melakukan begitu banyak pelanggaran untuk jangka waktu yang lama dan berada di bawah radar semua orang," kata Ali.

Reynhard lahir di Jambi, pada 19 Februari 1983. Dia disebut tumbuh dalam keluarga konservatif yang kaya di Sumatera.

Dia merupakan satu dari tiga anak seorang bankir. Keluarganya disebut cukup kaya untuk mengirim putra mereka ke sekolah internasional dan kemudian ke Inggris untuk belajar.

Dia disebut pertama kali datang di Inggris pada 2007. Dia pindah ke Manchester sebagai mahasiswa Sosiologi di Universitas Manchester.

Dia kemudian memulai gelar PhD di bidang Geografi Manusia di Universitas Leeds. Dia pulang-pergi ke Leeds dari Manchester.

5 dari 5 halaman

Menghindari Kembali di Indonesia

Pada saat penangkapannya, Reynhard sedang mengerjakan tesisnya, berjudul, 'Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari pria gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester'.

Reynhard dikenal sebagai sosok yang kerap memberi tahu teman-teman bahwa dia ingin tinggal di Inggris selama mungkin untuk menghindari kembali ke Indonesia.

Tempat tinggalnya selama di Inggris dibayar orang tuanya, yang saat ini tinggal di Indonesia. Bagi lingkungan sosialnya, Reynhard dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan cerdas.

Dengan penampilannya, Reynhard terlihat tidak mengancam. Dengan begitu, dia membuat mudah memangsa pria muda yang mabuk.

" Anda mendekati masing-masing di jalan dan mulai berbicara tentang musik atau kehidupan universitas," kata hakim Suzanne Goddard, selama sidang pertama di Pengadilan Manchester.

" Ketika kamu menyarankan mereka (korban) bisa kembali ke flatmu, karena perawakanmu yang kecil dan pendekatan yang bersahabat, tidak satupun dari mereka yang merasa terintimidasi dan mereka tidak tahu tentang pertemuan seksual yang kamu pikirkan untuk mereka."

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis