Kisah Persahabatan Jakarta-Tokyo Karena Ponsel Hilang di KRL

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 18 Oktober 2016 18:02
Kisah Persahabatan Jakarta-Tokyo Karena Ponsel Hilang di KRL
Noda dan Rochmat menjalin persahabatan karena momen insidental, hilangnya ponsel di KRL.

Dream - Indonesia menjadi negara yang menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) yang pernah dipakai Jepang. Secara berkala, kereta-kereta bekas itu dikapalkan dari Jepang menuju Indonesia.

Ini bukan sekadar kisah persahabatan dua negara. Ada kisah haru di balik kerjasama penggunaan KRL antara Jepang dengan Indonesia.

Kisah ini tentang seorang Shota Noda, 21 tahun, di Tokyo dengan Syahri Rochmat, 24 tahun, di Jakarta.

Keduanya menjalin persahabatan karena momen kebetulan, hilangnya ponsel di KRL.

Inilah kisah persahabatan dua manusia yang terhubung karena sebuah HP hilang:

 

1 dari 4 halaman

Ponsel Terselip di Bangku

Noda adalah mahasiswa dari Zama, Kanagawa. Dia kehilangan ponselnya saat menaiki KRL yang kala itu masih dioperasikan di Jepang.

Ponsel milik Noda lalu ditemukan terletak di jarak 5.300 Kilometer, tepatnya di Jakarta. Ponsel itu dikembalikan ke Noda oleh Rochmat, yang menemukannya di dalam salah satu KRL.

Di pelabuhan Jakarta akhir Desember lalu, Rochmat, yang merupakan teknisi PT KAI Commuterline Jabodetabek (KCJ) tengah memeriksa dan membersihkan KRL yang baru tiba dari Jepang.

Kereta tersebut sebelumnya dioperasikan perusahaan transportasi kereta Jepang, Japan Railways Nambu Line. Kereta itu menghubungkan Stasiun Kasawaki dengan Stasiun Tachikawa di Tokyo.

Saat Rochmat tengah melepas bangku untuk membersihkan bagian dalamnya, dia melihat ponsel itu terjatuh. Tampaknya ponsel tersebut terjepit di sela bangku dan sandaran.

 

2 dari 4 halaman

Tak Bisa Baca Huruf Kanji

Dia juga menemukan kartu identitas mahasiswa tersimpan di saku aksesoris ponsel tersebut. Rochmat langsung menyadari ponsel itu milik seorang warga Jepang, tapi dia tidak bisa membaca huruf Jepang, Kanji.

Tidak kehabisan akal, Rochmat memfoto kartu mahasiswa tersebut dan mengunggahnya di akun Twitter. Dia menyertakan status meminta pengguna Twitter lain membantunya menemukan pria yang ada dalam kartu mahasiswa tersebut.

Rochmat adalah seorang penggemar kereta Jepang, hingga dia membuat kaos bergambar kereta itu dan selalu menggunakannya di tempat kerjanya. Dia juga punya teman-teman dari Jepang yang tinggal di Asia.

Rochmat mengunggah foto itu dalam bahasa Indonesia, dan para penggemar kereta Jepang yang lain melihat kicauannya. Salah satu dari mereka menghubungi kampus Noda.

3 dari 4 halaman

Menyerah Setelah Setahun Mencari

Pada 11 Januari kemarin, Noda yang merupakan mahasiswa senior di Universitas Nasional Yokohama menerima pesan dalam Bahasa Inggris di halaman Facebook dia. Fotonya di kartu mahasiswa itu telah ditandai.

Pesan itu bertanya apakah kartu itu milik dia. Noda cepat mengerti apa maksud pesan itu.

Dia telah kehilangan ponsel dan kartu mahasiswa pada 5 Desember tahun lalu. Dia telah memberitahu operator kereta, bahkan telah melapor ke polisi, tapi semuanya sia-sia.

Dia menyerah, lalu meminta pihak universitas menerbitkan kembali kartu mahasiswa bagi Noda. Belakangan, Noda baru mengetahui mengapa telepon dia bisa ditemukan di Indonesia.

Menurut Kantor Cabang Japan Railways bagian Timur di Yokohama, tahun lalu perusahaan tersebut menjual 120 unit bekas dari 250 unit kereta mereka ke Indonesia. Ponsel tersebut berada di salah satu rangkaian kereta itu, yang pada 5 Desember lalu sedang dalam persiapan pengapalan.

 

4 dari 4 halaman

Bertemu di Jakarta

Noda mencoba menghubungi Rochmat agar ponsel itu dikirim kembali melalui pos internasional. Tapi dia segera menyerah lantaran permintaannya tidak bisa diterjemahkan dengan benar oleh mesin penerjemah online.

Dia memutuskan pergi ke Jakarta untuk mengambil ponsel itu sendiri setelah selesai mencari pekerjaan pada Juni.

Tanggal 27 Juli, keduanya bertemu di sebuah stasiun di Jakarta untuk pertama kalinya. Noda lalu menerima ponsel dan kartu mahasiswa milik dia dari Rochmat.

Mereka lalu berfoto bersama menggunakan 'ponsel ajaib' itu. Masing-masing dari keduanya akan mengenang hari itu sebagai hari terindah dalam hidup mereka.

Pada Agustus, Rochmat berkunjung ke Tokyo dan Noda mengajak dia berkeliling kota. Rochmat sempat melupakan tas berisi souvenir di rak KRL, tapi tas itu segera ditemukan di kantor stasiun terdekat.

Kisah persahabatan Rochmat dan Noda menjadi topik perbincangan di internet. Noda kemudian mendapat permintaan pertemanan dari sejumlah penggemar KRL Indonesia di halaman Facebook dia.

" Ponsel dan pertemanan baru ini begitu berharga bagi saya," tulis Noda.

Sumber: straitstimes.com

Beri Komentar