5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Lamaran Pakai Karangan Bunga Untuk Kematian (shanghaiist.com)
Dream - Pastikan kamu para pria benar-benar tahu model karangan bunga dan peruntukannya. Jangan sampai bunga yang tujuannya untuk memikat hari seorang wanita malah berubah menjadi bencana.
Pesan inilah yang bisa kamu petik dari ulah seorang pria di Chongqing, Tiongkok. Bermaksud memberikan kejutan untuk kekasihnya, si pria membawa serangkai bunga untuk melamar sang kekasih.
Aksi itu mencuri perhatian penduduk setempat karena dilakukan di tengah kerumunan masyarakat.
Aksi pria tersebut langsung menarik perhatian orang yang berada di salah satu sudut Chongqing. Mereka ingin melihat apakah si wanita menerima lamaran itu.
© Dream
Sembari berlutut, pria itu mengucapkan kalimat lamaran. Dia juga menyodorkan karangan bunga sebagai tanda lamaran.
Tetapi, lamaran tersebut tidak berakhir bahagia. Si wanita menolak lamaran kekasihnya dengan sangat marah, kemudian menampar pria tersebut.
Masalahnya bukan karena wanita itu tidak suka. Tetapi kiriman bunga itulah yang membuatnya marah.
© Dream
Ternyata si pria membawa rangkaian bunga untuk acara kematian. Foto momen tersebut kemudian tersebar di media sosial dan segera menjadi viral.
Netizen beramai-ramai menghujat aksi pria tersebut.
Karangan bunga tersebut dipercaya dipungut dari sebuah upacara pemakaman. Ini lantaran masih tersemat nama pada karangan bunga tersebut.
Sumber: shanghaiist.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
