Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lebih Parah Dari Lampung, Jalan Rusak Di Sini Cuma Ditutup Karpet (Oddity Central)
Dream - Kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Lampung belum lama ini menjadi perbincangan masyarakat. Jalanan berlubang dan berkubang itu bahkan sempat ditinjau langsung Presiden Joko Widodo setelah viral unggahan pembuat konten bernama Bima tentang kondisi jalan rusak di daerah tersebut.
Jalanan rusak tentu saja tidak hanya terjadi di Lampung. Sejak Presiden membuka akses untuk masyarakat melaporkan kondisi infrastruktur lewat komentar di Instagram, keadaan tak kalah berbeda juga dialami warga dari daerah lain.
Masalah infrastruktur yang rusak juga bukan persoalan rakyat Indonesia saja. Beberapa negara juga mengalaminya.
Tindakan pemerintah dalam memperbaiki jalanan rusak juga dilakukan banyak pemerintahan di negara lain. Namun apa yang dilakukan instansi di negara ini membuat warganya naik pitam.
Jalan rusak yang panjangnya sampai ratusa kilometer di Lampung ternyata juga dialami di daerah Maharashtra, India.
Dilansir dari Oddity Central, masyarakat desa di distrik Jalna Maharashtra telah lama meminta pemerintah untuk memperbaiki jalan mereka yang sudah tidak bisa dilalui.
Setelah melewati proses panjang, akhirnya beberapa bulan yang lalu permintaan tersebut dikabulkan. Masyakarat senang akhirnya jalan mereka sudah mulus dan bisa dilalui kendaraan.
Akan tetapi kebahagian itu hanya berlangsung sebentar. Masyarakat mengaku marah mengetahui aspal yang baru dibangun sebenarnya hanyalah karpet yang dilapisi aspal tipis.

Perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut melakukan pekerjaan asal-asalan yang sangat merugikan.
Mereka sengaja meletakkan lapisan aspal tipis di kanvas seperti karpet yang sangat mudah diangkat dari dasar tanah.
Video yang beredar di Twitter memperlihatkan masyarakat yang protes dengan membongkar lapisan karpet tersebut untuk menunjukkan bahwa ‘jalan itu palsu'. Mereka mengkritik perusahaan yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu.
Jalan yang buruk dibangun sebagai bagian dari Skema Jalan Pedesaan Perdana Menteri.
Setelah kejadian tersebut viral, perusahaan yang mengerjakan proyek mengkliam telah menggunakan teknologi Jerman terbaru untuk membangun jalan tersebut.
Namun, penduduk setempat tidak mempercayai dan menuntut kontraktor, insinyur jalan, dan departemen terkait karena telah berlaku curang. Jalan yang mereka bangun jelas-jelas tidak akan bertahan lama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya