Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Mall Setelah Lockdown Sedikit Dilonggarkan. (Foto: WOB)
Dream - Baru-baru ini pemerintah Malaysia melonggarkan aturan lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dengan sebutan baru bernama Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD).
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, dalam pidatonya pada hari Minggu, 10 Mei 2020, mengatakan bahwa PKP akan diperpanjang dengan sedikit pelonggaran sampai tanggal 9 Juni 2020.
Dengan sedikit kelonggaran ini, warga Malaysia pun menyambut dengan riang gembira. Mereka mengira bisa melakukan aktivitas apa pun seperti biasanya, termasuk pergi ke mal dan tidak melakukan social distancing.
Padahal dalam aturan PKPD itu disebutkan bahwa pelonggaran akan diberikan namun warga harus tetap memerhatikan aturan tentang social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.
Tetapi postingan di media sosial yang viral baru-baru ini memperlihatkan kondisi yang sebaliknya. Warga berbondong-bondong datang ke mal tanpa mengindahkan aturan social distancing.
Dalam salah satu foto di sebuah mal yang terletak di Taman Desa Tebrau, Johor Bahru, memperlihatkan warga antre dalam satu barisan yang panjang tanpa menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.
Foto warga Malaysia berbaris demi bisa masuk ke mall itu menjadi viral dan mengundang keprihatinan netizen. Mereka khawatir mall tersebut akan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.
Seorang netizen mengaku terkejut dengan membludaknya warga yang menyerbu mal pada jam 2.20 siang waktu setempat itu.
" Saya terkejut melihat banyak orang tidak mempraktikkan social distancing ketika suhu tubuh mereka diperiksa. Bahkan tidak ada tanda di lantai sebagai panduan untuk menjaga jarak. Beberapa orang mencoba mengingatkan untuk menjaga jarak. Tapi mereka tidak mau mendengarnya," kata netizen tersebut.
Manajer operasi mal tersebut telah menyatakan bahwa mereka akan segera meningkatkan langkah-langkah pengamanan. Termasuk memperketat pengamanan di pintu masuk dan memastikan pelanggan mematuhi SOP.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya