Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bocah Alami Kejadian Mengerikan Lantaran Terlalu Lama Main Game (nextshark.com)
Dream - Bocah laki-laki 6 tahun di Filipina mengalami kejadian mengerikan akibat terlalu sering bermain game di ponsel. Bayangkan saja, dalam sehari dia bisa bermain game selama sembilan jam tanpa henti.
John Nathan Lising yang bermain game sekitar sembilan jam sehari, tiba-tiba mengalami kontraksi pada otot wajah yang tidak terkendali.
Matanya berkedip dan bibirnya bergetar tanpa henti pada 23 Juli.
Begitu mengetahui Nathan mengalami gejala aneh, ayahnya, Edgar, 41 tahun, dan ibunya, Judee, 40 tahun, melarikan bocah itu ke rumah sakit dekat rumah mereka di Nueva Ecija, dikutip dari Nextshark.com.
Dokter mengatakan gejala yang dialami Nathan mirip dengan 'Kejang Fokal', sejenis kondisi yang hanya mempengaruhi setengah otak. Tetapi, dokter tidak bisa memastikan kelainan apa yang dialami bocah itu.
Meskipun tidak ada bukti kuat Nathan mengalami kecanduan game, para dokter menyarankan orangtuanya menjauhkan bocah itu dari ponsel pintar dan tablet.
Sang ayah pun yakin kelainan di wajah anaknya terjadi lantaran Nathan terlalu sering main game.
" Putraku selalu sehat. Dia tidak pernah punya masalah sebelumnya," kata Edgar.

Pria yang berprofesi sebagai musisi itu mengatakan Nathan dan adiknya main game di ponsel dalam waktu yang lama pada 23 dan 24 Juli lalu. " Saya yakin bahwa penggunaan gadget yang berlebihan adalah penyebabnya," kata dia.
Nathan terus menderita kejang wajah setiap 20 atau 30 menit sampai sepekan lamanya. Bahkan setelah dia berhenti bermain video game, wajahnya terus mengalami kejang.
Edgar dan Judee kemudian membawa anak itu ke Pusat Medis St. Luke. Mereka ingin mendapatkan pendapat medis lain terkait kelainan yang dialami Nathan.

Dari hasil penanganan dokter, ternyata Nathan terkena gejala focal seizure yaitu kondisi wajah yang bekerja hanya dari perintah otak kanan atau kiri. Alhasil, matanya harus berkedip selama 48 jam tanpa henti.
Dokter itu juga menjelaskan penyebab dari penyakit yang dialami bocah itu karena matanya tak pernah istirahat. Rupanya, selain main game, Nathan juga sering begadang menonton televisi.
Laporan: Rahma Yultus
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya