5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Mediasi MUI Dan Polres Serang Dengan Para Penganut Kerajaan Ubur-ubur (Banten News)
Dream - Masyarakat Serang, Banten digemparkan oleh sekelompok orang yang menggabungkan diri dalam wadah Kerajaan Ubur-ubur. Diduga, kelompok pimpinan Rudi dan istrinya, Aisyah itu menyebarkan aliran sesat.
Menanggapi keresahan warga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang bersama Polres Serang menggelar mediasi dengan mendatangi rumah yang diduga menjadi pusat kegiatan Kerajaan Ubur-ubur.
Di rumah yang terletak di Kampung Sayabulu, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang ini, terdapat delapan orang yang diduga pengikut kelompok itu.
Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin, mengatakan dari hasil mediasi pihaknya berkesimpulan kelompok ini berusaha menyebarkan aliran sesat.
Dari hasil mediasi diketahui, penganut aliran Kerajaan Ubur-ubur ini meyakini Nabi Muhammad SAW adalah seorang wanita. Tak cuma itu, kalimat syahadat yang diucapkan juga diduga salah.
" Kesimpulan kami dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Alquran ini sudah meresahkan, kalau seperti itu Islam sudah ternodai," ujar Amas, dikutip dari bantennews.co.id, Senin 13 Agustus 2018.
© Dream
Dream - Amas mengatakan, salah satu pimpinan Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah, mengaku sebagai Ratu Kidul. Wanita itu, kata Amas, menyatakan diri sebagai penganut Sunda Wiwitan juga mengakui Allah SWT dan Alquran.
Selain itu, terang Amas, Aisyah menyebut Allah memiliki makam seperti petilasan. Bahkan wanita itu percaya Muhammad adalah perempuan.

" Yang paling lucu, adalah kenapa kita mencium Hajar Aswad karena Hajar Aswad seperti kelamin perempuan, dan Kabah bukan kiblat tapi tempat pemujaan," kata Amas.
© Dream
Dream - Selanjutnya, terang Amas, Aisyah juga mengatakan Kerajaan Ubur-ubur yang dia pimpin punya misi mencairkan uang baik di dalam maupun luar negeri. Uang itu bakal ditarik dari dua rekening.
" Yang di luar negeri rekeningnya atas nama Maryam dan di dalam negeri atas nama Muhammad," kata Amas.
Ketua RT setempat, Surya Mihardha, mengatakan warganya banyak mengeluhkan kegiatan keagamaan di rumah yang ditempati Aisyah dan suaminya.
Selama dua tahun, pasangan itu menempati rumah tersebut bersama delapan orang anggotanya.
" Pengikutnya bukan orang Serang, tapi orang Jawa Timur, Jawa Tengah," ucap Surya.
(ism, Sumber: Bantennews.co.id)

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
