Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Relawan Cimande Sedang Menangani Korban Gempa Lombok Yang Patah Tulang Kaki (pojoksatu.id)
Dream - Gempa Lombok mengundang keprihatinan dari dalam hingga ke luar negeri. Tidak sedikit orang tergerak untuk membantu baik dalam bentuk donasi maupun menjadi relawan.
Tidak ketinggalan lima orang pendekar Cimande yaitu Iwan, Suheli, Aung, Asep, dan Ikhwan. Mereka menyeberangi lautan demi bisa membantu meringankan para korban gempa Lombok.
Mereka bergabung dengan Tim Relawan Radar Bogor yang terdiri dari tenaga kesehatan, dokter, dan perawat. Selama lima hari di Lombok, tim yang terdiri dari 11 orang ini menyambangi sejumlah titik pengungsian.
Sedikitnya 1.000 korban gempa ditangani tim ini. Sebagian korban menderita patah tulang pada tumit, telapak kaki, serta tangan. Sementara sebagian lainnya mengalami diare, sakit kepala, dan trauma psikis.
Salah satu pendekar Cimande, Ikhwan, mengatakan dari sejumlah korban yang dia tangani rata-rata mengeluh ngilu. Ada juga yang mengalami patah tulang di bagian tumit, kaki, maupun bahu.
" Di hari pertama sampai sekarang, sekitar 300-an lah yang mengalami patah tulang bagian tumit. Belum lagi kaki bengkak akibat tertindih bangunan, 400-an kira-kira," kata Ikhwan, dikutip dari pojoksatu.id.
Sejumlah korban merasakan betul manfaat dari keahlian para pendekar Cimande itu. Kesakitan yang mereka alami dapat berkurang.
Seperti dituturkan Mahrib, 58 tahun. Warga Kampung Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar ini mengalami keseleo di pergelangan kaki akibat berlari menyelamatkan diri.

Mahrib mengatakan rumahnya yang terletak di bukit sudah roboh. Beruntung, dia bisa menyelamatkan diri.
" Karena takut ada longsor, kita panik. Pas ada belokan langsung keseleo kaki. Sudah langsung gak bisa berdiri," kata Mahrib.
Sepekan lamanya usai gempa 7 SR, Mahrib tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur pengungsian.
Keluhan Mahrib langsung ditangani Ikhwan. Dari hasil pemeriksaannya, Ikhwan menyimpulkan tulang kaki Mahrib sudah tidak menyatu lagi.

" Ya Allah, ini kan tulangnya sudah patah," kata Ikhwan.
Ikhwan dibantu pendekar Cimande lainnya segera membuat kayu penyangga Mahrib. Kayu itu diikatkan di bagian bawah tumit korban.
Ikhwan lalu mengusapkan minyak khas Cimande ke kaki Mahrib. Beberapa saat kemudian, Mahrib merasakan sakitnya berkurang. Dia bisa berjalan meski dibantu tongkat.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya