Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Airbus
Dream - Maskapai penerbangan Australia, Qantas, baru saja menerbangkan pesawat penumpang terbanyak di dunia. Bukan itu saja, pesawat berjenis Airbus A380 itu juga memiliki rute penerbangan terpanjang di dunia.
Pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW), Dallas, AS awal pekan ini telah melahap rute perjalanan sejauh 8.578 mil atau sekitar 15 jam dari Sydney, Australia.
Penerbangan perdana Airbus A380 dari Sydney ke Dallas tersebut membawa 484 penumpang, juru bicara Qantas mengatakan seperti dikutip Emirates247, Rabu, 1 Oktober 2014.
DFW adalah bandara besar yang menghubungkan seluruh Amerika Serikat dan Amerika Latin, sehingga ideal untuk pesawat berbadan besar dan rute yang panjang. Tapi ukuran A380 yang besar juga membatasi daya tariknya. Pesawat yang lebih kecil seperti Boeing terbaru, 787, lebih ekonomis jika digunakan untuk banyak rute.
Sebelumnya, Qantas melayani rute Sydney-Dallas menggunakan Boeing 747, yang memerlukan transit di Brisbane, Australia.
" Boeing 747 telah menjadi andalan kami, tetapi ia tidak memiliki jangkauan rute seperti A380," kata Qantas Senior Executive Vice President, Vanessa Hudson. " Pesawat A380 jauh lebih besar, sehingga kita benar-benar bisa menambah kapasitas penumpang sebesar 10 persen."
Namun calon penumpang yang ingin merasakan pengalamannya menggunakan pesawat Airbus A380 dengan jangkauan rute penerbangan yang spektakuler itu harus merogoh kocek dalam. Hudson mengatakan tiket untuk kelas ekonomi sekira US$ 1.900.
Harga tersebut naik dua kali lipat jika penumpang membeli tiket untuk kelas ekonomi premium. Untuk kelas bisnis, Qantas memasang tarif US$ 7.000 dan US$ 12.000 sampai US$ 13.000 untuk kelas utama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya