Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mas Sopacua (Liputan6.com)
Dream - Politisi senior Partai Demokrat, Max Sopacua, meninggal dunia pada Rabu, 17 November 2021 sekitar pukul 05.53 WIB. Dia menghembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.
" Papa dirawat di RSPAD selama 17 hari, Papa meninggal karena sakit paru-paru," ujar anak Max, Ferro Sopacua.
Ferro mengatakan Max didiagnosis dokter dengan sakit paru-paru. Namun, ada dugaan terkena kanker.
" Awalnya dirawat selama 14 hari di RSUD Kota Bogor sebelum dirujuk ke RSPAD, sakit di paru-parunya diduga kanker," kata dia.
Max mengawali karier bukan dari jalur politik melainkan jurnalis. Dia merupakan penyiar berita olahraga di TVRI yang cukup tersohor di era 1980-an hingga 1990-an dan produser di Lembaga Penyiaran Publik tersebut antara tahun 1985-2002.
Sejumlah acara olahraga yang pernah diproduseri Max seperti Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia FIFA 1998, SEA Games 1999, dan Olimpiade Sidney 2000.
Dia juga aktif di Komite Olahraga Nasional Indonesia pada 1990-2001. Tak hanya itu, dia juga tercatat sebagai anggota Asia-Pacific Broadcasting Union.
Pada 2002, Max mulai meniti karier di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Demokrat. Kala itu, dia didapuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2002-2005.
Di Pemilu 2004, Max terpilih sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Barat IV meliputi Kabupaten dan Kota Bogor. Pada periode 2004-2009, dia ditugaskan di Komisi IX dan menjadi Wakil Ketua Komisi pada 2005-2007, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya