Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Liputan6.com
Dream - Gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah menimbulkan dampak kerusakan yang luar biasa.
Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya, rusak parah. Ambruk sebagian atau seluruhnya. Tersapu gelombang.
Dikutip dari Liputan6.com, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkap wajah Kota Palu dari luar angkasa setelah terjadinya bencana itu.
Dalam keterangan resminya, Lapan menampilkan visual kota Palu dari data citra satelit resolusi tertinggi.
Dari tampilan foto terlihat kota Palu sebelum dan sesudah gempa, tepatnya pada 6 Juli 2018 (sebelum gempa) dan 30 September 2018 (setelah gempa).
Berdasarkan visual tersebut dapat diidentifikasi beberapa kerusakan akibat gempa terutama di area Balaroa dan Petobo.
Kedua wilayah itu tampak tak hanya sekadar rusak, tetapi amblas. Rata dengan tanah.
Kabag Humas Lapan, Jasyanto, menyampaikan bahwa data yang dipakai adalah data satelit Pleiades, yakni satelit milik Prancis dengan resolusi spasial 60 cm.
Perbandingan dua citra satelit multiwaktu itu juga dapat memperlihatkan bangunan sepanjang pantai Talise sampai Donggala, yang mengalami kerusakan karena diterjang gelombang tsunami. Tsunami juga menyebabkan perubahan garis pantai.
Karena itu, untuk analisis lebih lanjut, Lapan bakal bekerja bersama dengan BNPB, ITB, dan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand dalam analisis kerusakan akibat gempa, berapa jumlah rumah dan bangunan lainnya yang rusak, serta luasan area yang amblas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya