7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Badan Wakaf Indonesia (BWI) akan menjadi lembaga yang mandiri. Menurut Lukman, BWI memiliki potensi mandiri dari segi pendanaan mengingat badan ini mengelola aset umat.
" Poin yang ingin saya tekankan adalah bagaimana membangun kemandirian dengan menyempurnakan sejumlah rekomendasi, melakukan regulasi melalui rekomendasi yang dilahirkan melalui Muzakarah Wakaf Nasional ini," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id.
Lukman mencoba membandingkan BWI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Meski secara pengelolaan BWI berbeda dengan Baznas, bukan berarti kemandirian tidak bisa diwujudkan.
" Saya melihat BWI berbeda dengan Baznas, karena Baznas ada anggaran sendiri untuk biaya operasional," kata Lukman.
Dalam Baznas terdapat amil dengan tugas memungut dan mengelola dana zakat. Untuk menjalankan tugasnya, amil berhak atas biaya operasional yang diambilkan dari sebagian dana zakat
Lukman menilai hal ini juga bisa diwujudkan pada BWI. Dia berharap hal ini dapat dibahas dalam Muzakarah Wakaf Nasional sehingga bisa menjadi dasar adanya regulasi mengenai wakaf.
" Tentunya regulasi ini dibuat setelah melakukan kajian dari aspek hukum agama, dari syariat-syariatnya seperti apa," kata dia.
Lebih lanjut, Lukman berpendapat terdapat potensi BWI menjadi nazhir (pengelola wakaf) jika melihat norma pada Undang-undang Wakaf.
" Begitu besar potensi harta wakaf ini kalau dikembangkan secara profesional secara lebih baik. Karenanya juga, sejumlah sumber daya manusia yang ada di BWI ini juga harus diperlakukan secara profesional," kata Lukman.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?