Potensi Besar, Menag Ingin Badan Wakaf Indonesia Mandiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 31 Juli 2018 06:01
Potensi Besar, Menag Ingin Badan Wakaf Indonesia Mandiri
Lukman juga berharap BWI dapat dikelola secara profesional.

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Badan Wakaf Indonesia (BWI) akan menjadi lembaga yang mandiri. Menurut Lukman, BWI memiliki potensi mandiri dari segi pendanaan mengingat badan ini mengelola aset umat.

" Poin yang ingin saya tekankan adalah bagaimana membangun kemandirian dengan menyempurnakan sejumlah rekomendasi, melakukan regulasi melalui rekomendasi yang dilahirkan melalui Muzakarah Wakaf Nasional ini," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id.

Lukman mencoba membandingkan BWI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Meski secara pengelolaan BWI berbeda dengan Baznas, bukan berarti kemandirian tidak bisa diwujudkan.

" Saya melihat BWI berbeda dengan Baznas, karena Baznas ada anggaran sendiri untuk biaya operasional," kata Lukman.

Dalam Baznas terdapat amil dengan tugas memungut dan mengelola dana zakat. Untuk menjalankan tugasnya, amil berhak atas biaya operasional yang diambilkan dari sebagian dana zakat

Lukman menilai hal ini juga bisa diwujudkan pada BWI. Dia berharap hal ini dapat dibahas dalam Muzakarah Wakaf Nasional sehingga bisa menjadi dasar adanya regulasi mengenai wakaf.

" Tentunya regulasi ini dibuat setelah melakukan kajian dari aspek hukum agama, dari syariat-syariatnya seperti apa," kata dia.

Lebih lanjut, Lukman berpendapat terdapat potensi BWI menjadi nazhir (pengelola wakaf) jika melihat norma pada Undang-undang Wakaf.

" Begitu besar potensi harta wakaf ini kalau dikembangkan secara profesional secara lebih baik. Karenanya juga, sejumlah sumber daya manusia yang ada di BWI ini juga harus diperlakukan secara profesional," kata Lukman.

(Sah)

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri