Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Api Abdi Mrapen Padam (Foto: Radarkudus)
Dream - Api Abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, padam sejak 25 September 2020.
Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan bersama Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah pun sudah mengecek lokasi guna menyelidiki penyebabnya.
Dilansir Radarkudus.com, Kasi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan 30 September 2020, mulai pukul 16.30 WIB hingga 19.30 WIB.
Sebelum api abadi padam, pada 12 September terjadi semburan air setinggi 50 meter di dekat lokasi. Semburan air itu akibat pengeboran sumber mata air oleh minimarket yang ada di depan lokasi. Jarak semburan dan api abadi sekitar 150 meter.
Akhirnya warga dan aparat desa menimbun lokasi semburan gas itu dengan batu split dan ditindih dengan balok batu seberat 30 kilogram. Meski sudah ditutup, air masih menyembur dengan tekanan tinggi dan terdengar suara gemuruh dari dalam sumur dan tercium bau gas hidrokarbon.
Pada 20 September, petugas yang berjaga di api abadi melaporkan terjadinya penurunan debit aliran gas yang keluar dari api abadi.
" Namun, kondisinya belum sampai padam. Hanya berkurang debitnya. Kemudian pada 25 September 2020, pihaknya mendapat laporan jika api padam dan aliran gas berhenti hingga sekarang," jelasnya.
Pada 25 September api dilaporkan padam dan aliran gas berhenti hingga kemarin.
”Kami belum dapat menyimpulkan apakah pengaruh dari semburan gas yang berada di dekat lokasi apa tidak. Kami masih akan melanjutkan penelitian mendalam. Menanyakan warga yang berada di sekitar lokasi. Bisa jadi, kemungkinan terjadi perpindahan rembesan gas yang keluar di Mrapen ke tempat lain. Namun, masih kami lakukan penelitian mendalam,” ujarnya.
Kades Manggarmas, Ahmad Mufid, menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya bekerja sama dengan Polsek Godong untuk menutup lokasi. Juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi.
”Lokasi wisata ini kami tutup sementara. Karena masih tahap penelitian dari pihak terkait,” imbuhnya.
Sumber: radar kudus
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya