Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Para wanita Arab Saudi mulai berpaling untuk menikahi pria-pria dari negara asing. Keputusan ini diambil karena alasan kelanggeangan dan keamanan dunia perkawinan.
Tak hanya itu, para wanita Saudi ini juga berharap pernikahannya dengan pria asing takkan berakhir pada perceraian atau poligami.
Lebih jauh, para wanita ini menginginkan kebebasan dalam hubungan sosial dan budaya yang akan diterimanya.
" Semakin banyak wanita Saudi yang takut menikah dengan keluarga Saudi seiring meningkatnya angka perceraian dan keterbatasan sosial," kata Hadi Makki, seorang perawat di rumah sakit di Arab Saudi seperti dikutip dari laman Arabnews, Minggu, 10 November 2014.
" Banyak wanita yang memang hanya ingin berkeliling dunia atau menikmati gaya hidup lebih terbuka, sesuatu yang tak bisa dinikmati di negerinya sendiri," ujarnya.
Suad Ali, seorang wanita Saudi yang menikahi ekspatriat mengatakan pernikahan lintas agama merupakan hal normal di kota-kota besar seperti Mekah, Jeddah, Madinah, dan Taif.
Para penduduk di wilayah ini bersyukur bisa banyak berinteraksi dengan warga asing yang melakukan haji dan umrah.
Sebaliknya, para wanita di Riyadh dan daerah selatan Arab Saudi sangat sulit keluar dari budaya lokalnya.
Konsultan hukum Abdulaziz Dashnan mengatakan data statistik 2012 menunjukan pria Kuwait merupakan warga asing dari kawasan Timur Tengah yang banyak menikahi wanita Saudi.
Warga Pakistan juga tercatat telah menikahi 118 wanita Saudi meski menikahi penduduk non Arab merupakan hal tabu bagi wanita Saudi.
" Bagi sebagian wanita Arab, menikahi pria non Saudi mungkin ibarat mimpi yang terwujud. Namun ada persoalan ketidakpastian ekonomi yang harus dihadapi. Belum lagi kendala yang akan dihadapi anak-anak dengan sistem jaminan sosial," kata Dashan.
Kisah kurang membahagiakan setidaknya dialami Nora yang menikahi pria dengan budaya berbeda. " Seandainya saya mendengarkan nasihat keluarga," katanya.
Khairiyah Ali, wanita Saudi lainnya mengaku dirinya dan anaknya harus menghadapi krisis keuangan setelah suaminya mendekam di penjara karena menghadapi masalah dengan agennya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya