Mimpi Wanita Saudi Dinikahi Pria Asing

Reporter : Syahid Latif
Senin, 10 November 2014 08:03
Mimpi Wanita Saudi Dinikahi Pria Asing
Para wanita Saudi ini juga berharap pernikahannya dengan pria asing takkan berakhir pada perceraian atau poligami.

Dream - Para wanita Arab Saudi mulai berpaling untuk menikahi pria-pria dari negara asing. Keputusan ini diambil karena alasan kelanggeangan dan keamanan dunia perkawinan.

Tak hanya itu, para wanita Saudi ini juga berharap pernikahannya dengan pria asing takkan berakhir pada perceraian atau poligami.

Lebih jauh, para wanita ini menginginkan kebebasan dalam hubungan sosial dan budaya yang akan diterimanya.

" Semakin banyak wanita Saudi yang takut menikah dengan keluarga Saudi seiring meningkatnya angka perceraian dan keterbatasan sosial," kata Hadi Makki, seorang perawat di rumah sakit di Arab Saudi seperti dikutip dari laman Arabnews, Minggu, 10 November 2014.

" Banyak wanita yang memang hanya ingin berkeliling dunia atau menikmati gaya hidup lebih terbuka, sesuatu yang tak bisa dinikmati di negerinya sendiri," ujarnya.

Suad Ali, seorang wanita Saudi yang menikahi ekspatriat mengatakan pernikahan lintas agama merupakan hal normal di kota-kota besar seperti Mekah, Jeddah, Madinah, dan Taif.

Para penduduk di wilayah ini bersyukur bisa banyak berinteraksi dengan warga asing yang melakukan haji dan umrah.

Sebaliknya, para wanita di Riyadh dan daerah selatan Arab Saudi sangat sulit keluar dari budaya lokalnya.

Konsultan hukum Abdulaziz Dashnan mengatakan data statistik 2012 menunjukan pria Kuwait merupakan warga asing dari kawasan Timur Tengah yang banyak menikahi wanita Saudi.

Warga Pakistan juga tercatat telah menikahi 118 wanita Saudi meski menikahi penduduk non Arab merupakan hal tabu bagi wanita Saudi.

" Bagi sebagian wanita Arab, menikahi pria non Saudi mungkin ibarat mimpi yang terwujud. Namun ada persoalan ketidakpastian ekonomi yang harus dihadapi. Belum lagi kendala yang akan dihadapi anak-anak dengan sistem jaminan sosial," kata Dashan.

Kisah kurang membahagiakan setidaknya dialami Nora yang menikahi pria dengan budaya berbeda. " Seandainya saya mendengarkan nasihat keluarga," katanya.

Khairiyah Ali, wanita Saudi lainnya mengaku dirinya dan anaknya harus menghadapi krisis keuangan setelah suaminya mendekam di penjara karena menghadapi masalah dengan agennya.

Beri Komentar