Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Satu keluarga miskin menjadi korban perundungan di media sosial hanya karena masalah sepele. Keluarga itu menyuguhkan air untuk tamu dalam gelas berlabel minuman beralkohol.
Kisah tersebut dibagikan pengguna Twitter, Khuzairey. Dalam cuitannya, dia membagikan kenangan memalukan ketika ayahnya menjamu tamu dengan air yang diwadahi gelas dengan merek bir.
Peristiwa itu terjadi ketika mereka dalam kondisi sangat kekurangan waktu itu. Bahkan ayahnya ditipu majikan dan gajinya tidak pernah dibayarkan.
Keluarga itu menjalani hari-hari tanpa makanan yang cukup. Kondisi mereka sangat miskin, sampai-sampai tidak memiliki cangkir yang layak untuk menjamu tamu yang datang.
Ketika ayahnya mendapatkan pekerjaan baru sebagai penjaga keamanan di sebuah bar, majikan memberi keluarga itu lusinan gelas yang tidak terpakai dengan label minuman beralkohol tercetak di atasnya.
Suatu hari, seorang tamu mengunjungi rumah mereka. Sebagai tanda hormat, ayah Khuzairey menyajikan segelas air untuk sang tamu.
Sayangnya, sang tamu tidak menunjukkan reaksi yang layak. Malah terkesan menyudutkan penghuni rumah.
" Dia melompat dan membaca beberapa doa saat terkejut melihat logo minuman beralkohol di gelas," tulis Khuzairey.
Ayahnya berusaha menenangkan tamu tersebut dan meyakinkan gelas tersebut belum pernah digunakan sebelumnya. Tetapi, sang tamu malah memarahi dan menceramahi ayahnya.
Khuzairey mengaku tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana wajah ayahnya menjadi merah karena malu.
" Sebelum dia pergi, dia bahkan menepuk pundak ayahku dan memintanya untuk bertobat," kata dia.
Ayahnya ingin membuang gelas karena malu, sayangnya hanya itu gelas yang mereka miliki. Jadi, mereka menggunakan gelas-gelas itu sampai bisa membeli yang baru.
Saat ini, Khuzairey menyatakan kondisi keluarganya telah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia juga menyatakan tidak ingin mencari simpati namun hanya tergerak berbagi cerita menyusul insiden seorang pendakwah menghentikan dan melarang transaksi minuman berakohol di sebuah tokoh lokal.
" Kesalahan bukan pada agama, tetapi pada manusia itu sendiri," kata dia, dikutip dari World of Buzz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya