Kisah Prihatin Keluarga Miskin Dimarahi Tamu Lantaran Gelas Buat Suguhan Minum

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 10 Desember 2021 13:01
Kisah Prihatin Keluarga Miskin Dimarahi Tamu Lantaran Gelas Buat Suguhan Minum
Sang tamu malah menceramahi dan meminta keluarga itu bertobat.

Dream - Satu keluarga miskin menjadi korban perundungan di media sosial hanya karena masalah sepele. Keluarga itu menyuguhkan air untuk tamu dalam gelas berlabel minuman beralkohol.

Kisah tersebut dibagikan pengguna Twitter, Khuzairey. Dalam cuitannya, dia membagikan kenangan memalukan ketika ayahnya menjamu tamu dengan air yang diwadahi gelas dengan merek bir.

Peristiwa itu terjadi ketika mereka dalam kondisi sangat kekurangan waktu itu. Bahkan ayahnya ditipu majikan dan gajinya tidak pernah dibayarkan.

Keluarga itu menjalani hari-hari tanpa makanan yang cukup. Kondisi mereka sangat miskin, sampai-sampai tidak memiliki cangkir yang layak untuk menjamu tamu yang datang.

1 dari 3 halaman

Tamu Marah Dihidangkan Minuman

Ketika ayahnya mendapatkan pekerjaan baru sebagai penjaga keamanan di sebuah bar, majikan memberi keluarga itu lusinan gelas yang tidak terpakai dengan label minuman beralkohol tercetak di atasnya.

Suatu hari, seorang tamu mengunjungi rumah mereka. Sebagai tanda hormat, ayah Khuzairey menyajikan segelas air untuk sang tamu.

Sayangnya, sang tamu tidak menunjukkan reaksi yang layak. Malah terkesan menyudutkan penghuni rumah.

" Dia melompat dan membaca beberapa doa saat terkejut melihat logo minuman beralkohol di gelas," tulis Khuzairey. 

2 dari 3 halaman

Malah Diceramahi Tamu

Ayahnya berusaha menenangkan tamu tersebut dan meyakinkan gelas tersebut belum pernah digunakan sebelumnya. Tetapi, sang tamu malah memarahi dan menceramahi ayahnya.

Khuzairey mengaku tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana wajah ayahnya menjadi merah karena malu.

" Sebelum dia pergi, dia bahkan menepuk pundak ayahku dan memintanya untuk bertobat," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Ayah Sampai Merasa Malu

Ayahnya ingin membuang gelas karena malu, sayangnya hanya itu gelas yang mereka miliki. Jadi, mereka menggunakan gelas-gelas itu sampai bisa membeli yang baru.

Saat ini, Khuzairey menyatakan kondisi keluarganya telah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia juga menyatakan tidak ingin mencari simpati namun hanya tergerak berbagi cerita menyusul insiden seorang pendakwah menghentikan dan melarang transaksi minuman berakohol di sebuah tokoh lokal.

" Kesalahan bukan pada agama, tetapi pada manusia itu sendiri," kata dia, dikutip dari World of Buzz.

Beri Komentar