Tak Lulus SD, Montir di Sulsel Sukses Terbangkan Pesawat Rakitan Sendiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 Januari 2020 16:00
Tak Lulus SD, Montir di Sulsel Sukses Terbangkan Pesawat Rakitan Sendiri
Chaerul membuat bangga banyak orang dengan karyanya.

Dream - Chaerul tengah menjadi perbincangan. Montir 33 tahun asal Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, itu membuat masyarakat kagum setelah sukses melakukan uji coba terbang pesawat yang dirakitnya sendiri.

Yang membuat banyak orang heran, Chaerul tidak punya latar pendidikan tinggi terkait teknik membangun pesawat. Jangankan sekolah tinggi, SD pun dia tak lulus. Sehingga keberhasilannya merakit pesawat itu membuat banyak orang terperanjat.

Dikutip dari Pojoksatu, Chaerul menguji terbang pesawat rakitannya di Pantai Ujung Tape Pallameang pada Rabu 15 Januari 2019. Tahun lalu dia melakukan empat kali percobaan, tapi gagal.

Uji terbang tersebut terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat pesawat rakitan Chaerul merupakan model Ultralight.

Kesuksesan Chaerul menerbangkan pesawatnya disaksikan sejumlah warga. Mereka pun bersorak kegirangan melihat Chaerul melayang di atas laut.

Chaerul berhasil terbang dalam ketinggian 15 meter di atas permukaan air laut. Jarak tempuh yang berhasil dilalui sekitar 300 meter.

Dalam merakit pesawatnya, Chaerul memanfaatkan bahan-bahan bekas yang tergeletak di bengkelnya. Sedangkan mesin pesawat Chaerul memakai mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 cc.

1 dari 5 halaman

Ini Videonya

 

2 dari 5 halaman

Warga Sukabumi Bikin Helikopter dari Mesin Genset, Siap Uji Terbang

Dream - Nama Jujun Junaedi menjadi perbincangan di dunia maya. Sosok warga Desa Darmareja, Kampung Cibubuay, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, itu menyedot perhatian karena merakit helikopter.

Pria 41 tahun ini merakit helikopter di halaman rumah sejak Agustus 2018. Jujun kerap terlihat merakit helikopter tersebut bersama anak laki-lakinya.

" Saya mulai dari merancang hingga memasang mesin dan alat-alat kelengkapan helikopter rakitan ini. Waktu pembuatannya lama, karena hanya dikerjakan saat saya libur kerja," ujar Jujun, dikutip dari Sukabumi Now, Rabu 6 November 2019.

Jujun mengatakan, mesin helikopter itu merupakan genset berkapasitas 24 pk, 700 cc. " Dan dua silinder berbahan bakar premium. Semua saya selesaikan dibantu oleh anak saya. Kami kerjakan saat malam," kata dia.

Jujun mengaku sudah menghabiskan dana sekitar Rp30 juta untuk pembuatan helikopter ini. Sebanyak Rp16 juta digunakan untuk membeli mesin penggerak.

Helikopter ini mampu menampung tiga penumpang dan satu pilot. " Insyaallah kami akan uji terbang sekitar enam minggu lagi. Atau akhir 2019 ini. Helikopter ini saya beri nama Gardes JN 77 GM," kata Jujun.

3 dari 5 halaman

Lapan Cek Helikopter Rakitan Bermesin Genset Buatan Warga Sukabumi

Dream - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) langsung terjun ke lapangan untuk mengecek kondisi helikopter buatan warga Sukabumi, Jawa Barat, yang diketahui bernama Jujun Junaedi.

Kehadiran tim merupakan instruksi langsung dari Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Kabag Humas LAPAN, Jasyanto yang turut hadir dalam peninjauan ini mengatakan tim akan memastikan helikpoter rakitan pemuda Sukabumi itu mampu terbang dan memenuhi persyaratan kelaikan yang dipersyaratkan. 

Leih jauh, Jasyanto berharap karya Jujun bisa memotivasi bagi kalangan milenial untuk bisa berinovasi dan berkarya di bidang teknologi khususnya penerbangan.

“ Apabila nantinya helikopter ini tidak mampu untuk terbang atau tidak memenuhi persyaratan untuk terbang agar dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar ataupun masyarakat luas sebagai wahana edukasi," kata Jasyanto, Selasa, 19 November 2019.

 Helikopter buatan warga Sukabumi (Foto: Lapan)© Lapan

Helikopter buatan warga Sukabumi (Foto: Lapan)

Jasyanto meminta anak muda Indonesia yang bercita-cita di bidang teknologi tak patah arang menghasilkan inovasi. Meski sekadar karya kecil, anak muda dapat belajar dengan bidang teknologi.

" Jadi bagi kalian generasi muda yang memiliki inovasi karya teruslah berusaha semaksimal mungkin dan yang paling penting jauhilah narkoba buat hidup kalian menjadi positif dan motivasi bagi orang lain," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Wali Murid Tajir, Bawa Helikopter ke Sekolah Anak Buat Bahan Belajar

Dream – Bus sekolah atau van pribadi masuk ke area sekolah untuk mengantar anak sekolah itu wajar. Tapi, angkutan yang dipakai para pelajar ini bisa membuat matamu melongok.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 15 Mei 2019, sebuah video klip viral di jejaring sosial. Video itu memperlihatkan sebuah helikopter tengah mendarat di sekolah.

Ternyata, helikopter ini sengaja dikirim oleh seorang ayah yang anak perempuannya belajar di SD Fengdan di Haidian, Beijing, Tiongkok.

Pria ini bernama Chen. Dia punya anak perempuan yang duduk di bangku 1 SD. Aksinya dinilai sebagai bentuk memamerkan kekayaannya.

5 dari 5 halaman

Begini Jawaban Chen

Pria ini membantah tuduhan tersebut. Chen membela diri dengan menyatakan alasan menerbangkan helikopter ke sekolah putrinya itu untuk tujuan pendidikan.

Dia mengatakan perusahaannya menawarkan tur helikopter di sekitar ibukota Tiongkok. Sekolah itu mengundangnya untuk berperan dalam pameran sains dan teknologi.

Dengan memiliki helikopter di halaman sekolah, Chen mengatakan anak-anak akan terbantu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang teori gravitasi serta konsep helikopter terbang.

“ Saya berharap memberi lebih banyak kesempatan untuk anak-anak melihat helikopter dari dekat. Ini akan memicu minat dalam penerbangan bagi mereka,” kata dia.

Tindakan Chen mendapat dukungan dari orang tua siswa yang lain. Dikatakan bahwa anak-anak sekolah bisa mengetahui helikopter dari dekat dan belajar tentang penerbangan.(Sah)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna