MUI: Setop Edarkan Video Wanita Pembawa Anjing ke Masjid

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 2 Juli 2019 19:00
MUI: Setop Edarkan Video Wanita Pembawa Anjing ke Masjid
Seorang Katolik tulen tentu akan memahami bagaimana cara berhubungan dengan agama lain, kata Yunahar.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat berhenti menyebarkan video SM, perempuan yang masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat, dengan membawa anjing.

" Karena sudah beredar di medsos itu tidak perlu disebarluaskan lagi," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas di kantornya, Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Yunahar meminta masyarakat berhenti mengomentari kasus ini dengan kalimat provokatif. Sehingga, tidak menimbulkan konflik antar agama.

" Karena kebetulan saja perempuan itu mengaku Katolik, ini kan bisa mengganggu hubungan antara Islam dan Katolik," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Dilakukan dengan Tak Sadar

Yunahar mengatakan, apabila seorang Katolik tulen tentu akan memahami bagaimana cara berhubungan dengan agama lain. Khususnya Islam yang pemeluknya paling banyak di Indonesia.

" Padahal kan orang yang benar-benar Katolik yang baik tidak akan melakukan hal itu. Karena tidak masuk akal dilakukan di negara mayoritas muslim oleh agama minoritas, itu rasanya nggak masuk akal," ucap dia.

Untuk itu, Yunahar meyakini tindakan SM masuk ke dalam dengan membawa anjing itu karena memiliki masalah kejiwaan.

" Yang jelas MUI tidak yakin itu dilakukan oleh orang yang waras dan sadar," kata dia.

© Dream
2 dari 5 halaman

MUI Yakin Ibu Pembawa Anjing Masuk Masjid Tidak Waras

Dream - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas menyakini SM, wanita yang masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat menggunakan sepatu dan membawa dalam keadaan tidak waras.

" Yang jelas MUI tidak yakin itu dilakukan oleh orang yang waras dan sadar," Yunahar di Gedung MUI, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.

Yunahar mengatakan, orang berakal sehat akan mengetahui standar atau batasan untuk masuk ke rumah ibadah agama tertentu. Meski pelakunya bukan pemeluk agama tersebut.

" Karena tidak masuk akal dilakukan di negara mayoritas muslim oleh agama minoritas, itu rasanya nggak masuk akal," ucap dia.

MUI mengimbau untuk menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian. " Dalam hal ini, MUI menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke kepolisian," kata dia.

Polres Bogor saat ini telah menetapkan SM sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, SM dijerat pasal penodaan agama. SM saat ini untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3 dari 5 halaman

Komentar Adem Deddy Corbuzier Soal Wanita Bawa Anjing ke Masjid

Dream - Deddy Corbuzier mengaku kaget saat pertama kali melihat video seorang wanita membawa anjing ke dalam masjid menggunakan sepatu.

" Gue kaget sekaget-kagetnya melihat itu video sampai ini apa-apaan seperti itu. Ini kacau," kata Deddy Corbuzier dikutip Dream, Selasa 2 Juli 2019.

Deddy sangat menyayangkan aksi ibu tersebut membawa anjing ke masjid dengan berteriak bawa nama agama Katolik. Menurut Deddy, agama Katolik tidak pernah mengajarkan hal yang dilakukan ibu tersebut.

" Saya menyayangkan perilaku ibu ini karena membawa-bawa nama agama. Ngapain anda teriak-teriak saya katolik, ngapain. Anda mau agama Islam, Katolik, Hindu bawa anjing masuk ke masjid itu salah," ucapnya.

© Dream
4 dari 5 halaman

Tidak Membenarkan

Sebagai bekas penganut agama Katolik, Deddy menegaskan tak ada ajaran apapun dalam agama itu yang mengajarkan umatnya untuk membawa anjing saat tengah mendatangi masjid. 

" Setahu saya di ajaran katolik tidak ada ajaran masuk masjid bawa anjing pakai sepatu tidak ada sama sekali," kata Deddy.

Bahkan seandainya belum menjadi seorang muslim, Deddy memastikan dia mengetahui bagaimana orang Islam menjadi kesucian masjid. Dia juga mengerti jika jilatan anjing adalah najis bagi seorang muslim.

" Tidak mungkin dia tidak tahu, tidak masuk akal,' imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Tidak Menyalahkan Agama

Meski begitu, ayah satu anak itu menyarankan masyarakat untuk tidak menyalahkan agama katolik yang dianut oleh ibu tersebut.

" Jangan salahkan agamanya. Ini oknumnya yang salah, ini orangnya yang salah. Saya usia 40 tahun lebih dan baru menjadi muslim dan sebelum muslim saya katolik dan tidak pernah kepikiran bawa anjing masuk ke dalam masjid. Itu perilaku bodoh," kata Deddy.

Tapi kata Deddy, dia lebih menyarankan ibu tersebut dibawa ke Psikolog. Sebab menurut dia, orang yang melakukan tindakan seperti itu hanya orang-orang yang memiliki ganguan kejiwaan.

" Kok menurut saya tidak cocok kalau kasus ini dibawa ke polisi. Bukan mengatakan tidak boleh ya, tapi begini ya apa tidak sebaiknya ibu itu dibawa ke psikolog karena kayaknya yang melakukan hal seperti itu hanya orang-orang dengan gangguan jiwa menurut saya pribadi. Itu adalah pendapat pribadi saya," tuturnya.

© Dream
Beri Komentar