Keuangan Madrasah Pakai Sistem Digital di 2020, Dana BOS Bisa Terpantau

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 3 Desember 2019 08:02
Keuangan Madrasah Pakai Sistem Digital di 2020, Dana BOS Bisa Terpantau
Dia mengatakan, Kementerian Keuangan juga telah menyetujui mengenai program tersebut.

Dream - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin rencananya akan membuat sistem e-budgeting dan e-planning untuk madrasah dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA).

" Kita sedang buat sistem e-budgeting dan e-planning, akan diterapkan di seluruh Indonesia baik madrasah negeri maupun swasta," ujar Amin di Depok, Jawa Barat, Senin, 2 Desember 2019.

Sistem tersebut rencananya akan mulai disosialisasikan dan digunakan secara bertahap pada pertengahan 2020. " Untuk menuntaskan sekitar 52 ribu madrasah ini butuh waktu tiga tahun," ucap dia.

Dia mengatakan, Kementerian Keuangan juga telah menyetujui mengenai program tersebut. Hanya saja, Amin belum bisa menjelaskan besaran anggaran untuk e-budgeting dan e-planning ini.

 

1 dari 5 halaman

Bisa Memantau BOS

Dengan adanya e-budgeting dan e-planning ini, Kamaruddin berharap semua pihak dapat memantau kegiatan keuangan di madrasah.

Dia mencontohkan, dengan adanya sistem tersebut masyarakat juga bisa melihat dana bantuan operasional sekolah (BOS) atau dana sumbangan dari masyarakat yang bisa terpantau dengan baik.

" Semua yang dilaksanakan madrasah, program yang ada harus berorientasi pada kinerja untuk memastikan standar pelayanan secara maksimal," kata dia.

2 dari 5 halaman

Wamenag: Guru Agama dan Madrasah Berperan Penting Bentuk SDM Unggul

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi menyebut, guru agama maupun guru madrasah berperan penting dalam membentuk generasi penerus bangsa. Pernyataan itu dia sampaikan saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2019 di Bandar Lampung.

" Guru madrasah dan guru agama merupakan bagian penting dalam proses pembentukan SDM Indonesia unggul dan berkarakter," ujar Zainut dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin, 25 November 2019.

Demi terciptanya generasi bangsa yang unggul, Zainut meminta para guru agar senantiasa mengembangkan kemampuan diri. Tak hanya itu, menjadi guru bukan hanya sebagai pekerjaan mencari mata pencaharian, namun harus dilandasi sebagai panggilan jiwa.

" SDM Indonesia yang unggul hanya akan terwujud manakala dedikasi dan konsistensi para guru tidak pernah putus dan kendor. Selamat merayakan Hari Guru, sebagai teladan penerang bangsa" ucap dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, guru di seluruh penjuru Tanah Air mampu menyiapkan anak didiknya menjadi generasi penerus bangsa.

" Saya berharap, guru-guru dapat mempersembahkan yang terbaik untuk anak didik bangsa sehingga bangsa ini memiliki generai unggul untuk masa mendatang," kata Kamaruddin.

Saat ini, kata dia, ada 126.293 guru madrasah yang berstatus sebagai PNS. Sementara, ada 581.474 guru madrasah berstatus honorer.

3 dari 5 halaman

Pesan Wamenag ke Guru Madrasah: Jangan Ada Radikalisme di Antara Kita

Dream - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi mengharapan guru madrasah dan guru agama Islam turut berperan penangkal radikalisme di lingkungan sekolah. Menurut Zainut, guru adalah agen penting untuk menangkal penyebaran radikalisme.

" Saya berharap kepada semua guru madrasah dan guru agama Islam yang berada dalam naungan Kemenag, jangan ada radikalisme di antara kita," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 November 2019.

Jelang peringatan hari guru pada 25 November 2019 mendatang, Zainut menilai guru dapat memberikan pemikiran positif mengenai cara beragama. Khususnya dalam menghargai kepercayaan orang lain.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Suyitno mengatakan, saat ini Kemenag menaungi 708.167 guru di seluruh Indonesia. Sebanyak 126.293 di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara 581.474 lainnya guru honorer.

Suyitno menyebut, Kemenag sudah melakukan berbagai upaya agar para guru tetap bersemangat mengajarkan ajaran positif untuk siswanya.

" Berbagai penghargaan diberikan untuk menjaga motivasi guru dan memberikan iklim yang kompetitif," kata dia.

4 dari 5 halaman

Wamenag Imbau Polemik Cadar Jangan Ditanggapi Emosional

Dream - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi meminta masyarakat untuk tidak menanggapi pernyataan secara berlebihan Menteri Agama, Fachrul Razi terkait cadar dan celana cingkrang.

" Tidak perlu ditanggapi secara emosional, berlebihan, dan penuh dengan kecurigaan," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 November 2019.

Dia menjelaskan, pernyataan Fachrul bertujuan untuk kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).

" Karena hal tersebut hanya sebatas untuk penertiban dan penegakan disiplin pegawai di lingkungan Kementerian Agama," kata dia.

5 dari 5 halaman

Hak Privasi

Lebih lanjut, kata dia, mendisiplinkan setiap ASN khususnya di lingkungan Kementerian Agama merupakan kewajiban pimpinan.

" Tanpa harus mengaitkan dengan hak privasi seseorang, apalagi memperhadapkan dengan kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama," ucap dia.

Zainut mengatakan, selama ini aturan seragam yang digunakan ASN sudah diatur dan tidak menghilangkan nilai-nilai etika, estetika serta tidak bertentangan dengan ajaran agama.

" Sehingga ketentuan itu harus ditaati dan diindahkan oleh semuanya," ucap dia.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik